Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) kabur dari objek wisata Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.
Dilansir detikJabar, karnivora berumur 3 tahun itu sejatinya adalah hewan yang dievakuasi dari kantor balai desa di Kabupaten Kuningan, beberapa hari sebelumnya, yang kemudian dititipkan ke Lembang Park and Zoo.
Di Lembang, macan tutul itu kabur dengan menjebol bagian atap kandang tempatnya dikarantina. Rencananya, macan itu akan menjalani observasi dan kembali dilepasliarkan di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Untuk menangkap kembali macan tutul itu, tiga tim yang terdiri atas pengelola Lembang Park and Zoo, dokter hewan, penembak bius, Dinas Kehutanan, BBKSDA, hingga TNI dan Polri bersenjata bergerak. Hewan itu skenarionya ditangkap hidup atau mati.
Ciri Fisik Macan Tutul Jawa
Macan tutul Jawa punya dua rupa. Ada yang kulitnya berwarna kuning dan ada yang gelap. Namun, keduanya tetap memiliki corak totol-totol.
Dinukil dari situs Peka Muria, hewan ini punya tubuh yang lebih kecil jika dibandingkan dengan sub-spesies macan tutul lainnya di dunia. Macan tutul Jawa punya berat badan berkisar antara 40-60 kilogram, dengan ukuran panjang badan termasuk ekornya mencapai 2 meter.
Ciri utama pada macan tutul Jawa adalah pola bintik-bintik hitam pada kulitnya. Apakah yang kulitnya kuning maupun yang hitam, sama punya totol-totol.
"Terdapat dua variasi warna pada macan tutul Jawa: bulu kuning dengan bintik hitam dan bulu hitam yang dikenal dengan istilah melanistik. Meskipun berbulu hitam, bintik-bintiknya tetap terlihat samar ketika berada di bawah cahaya terang," tulis situs Peka Muria.
Makanan Utama Macan Tutul Jawa
Sebagai karnivora, macan tutul Jawa memakan daging dari hewan-hewan yang biasa menjadi buruannya. Menu utama santapan macan tutul Jawa adalah hewan berkuku. Misalnya, rusa dan antelop, serta primata (monyet) dan babi hutan.
Hewan-hewan itu, macan tutul Jawa juga bisa memangsa burung, hewan pengerat (tikus), ikan, dan reptil. Ketika mereka terdesak karena kerusakan habitat akibat ulah manusia, mereka mendesak ke pemukiman dan memangsa hewan ternak seperti kambing dan domba, jika ada kesempatan.
Macan tutul Jawa tersebar di banyak tempat di Pulau Jawa. Terutama di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan Taman Nasional Baluran, dan sekitar tempat-tempat itu.
Sub-Spesies Macan Tutul di Dunia
Panthera pardus punya sembilan subspesies yang tersebar di sejumlah tempat di dunia. Dikutip dari berbagai sumber, binatang ini menempati sejumlah negara mulai dari India hingga Persia.
Berikut ini kesembilan subspesies macan tutul, dikutip dari berbagai sumber:
- Panthera pardus delacouri (Macan Tutul Indochina)
- Panthera pardus fusca (Macan Tutul India)
- Panthera pardus japonensis (Macan Tutul China utara)
- Panthera pardus kotiya (Macan Tutul Sri Lanka)
- Panthera pardus melas (Macan Tutul Jawa)
- Panthera pardus nimr (Macan Tutul semenanjung Arab)
- Panthera pardus orientalis (Macan Tutul Amur)
- Panthera pardus pardus (Macan Tutul Afrika)
- Panthera pardus saxicolor (Macan Tutul Kaukasus, Macan Tutul Asia Tengah, Macan Tutul Persia)