Mengisi bulan suci Ramadan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Kota Sukabumi telah menyiapkan berbagai macam jenis kegiatan. Berbeda dari dua tahun yang lalu, tahun ini akan lebih semarak dan banyak kegiatan positif.
Hal ini bertujuan agar suasana bulan Ramadan tahun ini bisa lebih terasa. Sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Mulai dari kegiatan keagamaan hingga seminar kepemudaan akan dilaksanakan di Masjid Agung.
Ketua DKM Masjid Agung Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, kegiatan yang akan dilaksanakan dari tanggal 1-30 Ramadan 1445 H itu digelar atas kerjasama pemerintah dan swasta. Khusus pada seminar kepemudaan, pihaknya menghadirkan pendakwah Peggy Melati Sukma dan suaminya Wisnu Thandra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak kegiatan di Masjid Agung ini bekerja sama dengan Pemda insyaallah tanggal 22 juga akan ada seminar pemuda dengan Peggy Melati Sukma dan suami. Nanti ada seminarnya partnership dan ada juga kegiatan-kegiatan lainnya," kata Fahmi, Selasa (12/3/2024).
Pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk memakmurkan masjid selama bulan suci Ramadan. Dengan berbagai jenis kegiatan yang diadakan di Masjid Agung, diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat untuk beribadah.
"Kita akan meramaikan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, insyaallah sebagai bulan yang penuh berkah, semangat kita untuk memakmurkan masjid juga akan memberikan nilai tambah bagi keimanan dan ketakwaan kita," ujarnya.
Ketua Remaja Masjid Agung Kota Sukabumi Abdul Kohar menambahkan, kegiatan rutin yang dilaksanakan selama satu bulan di antaranya salat tarawih berjamaah, iftar jama'i, tausiah qabla iftar, tausiah qabla witir, tausiah ba'da subuh, nuzulul qur'an, iktikaf 10 malam terakhir, pelayanan zakat dan salat Idul Fitri.
"Dalam satu minggu itu yang rutin salat tarawih, tausiyah subuh, sama iftar jama'i. Kita siapkan iftar dari kita. Bervariatif, kadang snack, nasi, tergantung para donatur yang kasih ke kita. Titipan dari dinas instansi, ada juga perusahaan. Kalangan se kota kita ajak berpartisipasi," kata Abdul.
Selain itu, pada masa iktikaf 10 malam terakhir pihaknya juga menyediakan fasilitas berupa makan sahur. "Kita sediakan 10 hari terakhir tapi biasanya masyarakat datang beriktikafnya di malam-malam ganjil," tutupnya.
(yum/yum)










































