Mahligai rumah tangga Ana Amalia (27) dan Emen (63) sedang berbunga-bunga. Pasutri yang kini tinggal di Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat itu tengah menikmati perkawinannya yang sudah berlangsung sejak 18 Desember 2018
Terpaut usia 36 tahun dengan Emen, Ana sekarang sudah berdamai dengan kondisi itu. Meski awalnya, Ana sempat bimbang karena memang ia harus menikah dengan suaminya sekarang setelah dijodohkan keluarganya.
Keputusan awal itu sempat menuai pertentangan di batin Ana. Maklum, Emen yang berusia 36 tahun lebih tuanya darinya, seharusnya bisa menjadi orang tua untuk Ana. Tapi karena berbagai pertimbangan, Ibunda Ana menjodohkannya dengan Emen yang saat itu merupakan Kepala Desa Jayasari di Pangandaran.
"Kalau dulu memang saya apa-apa sendiri karena saya seorang broken home. Kalau sekarang Alhamdulillah ada sandaran bisa saling berbagi, kalau ada masalah bisa dibantu sama suami karena mungkin lebih dewasa, merasa aman dan nyaman," kata Ana kepada detikJabar belum lama ini.
Berasal dari keluarga yang pas-pasan, Ana tidak melupakan pendidikannya. Ia berhasil lulus menjadi sarjana di Universitas Galuh Ciamis Fakultas Pendidikan prodi Bahasa Inggris. Namun sayang, kehidupan keluarganya menjadi tak harmonis setelah ibu dan bapaknya bercerai.
Kisah cinta Ana pun bermula saat Ibunda Ana menjodohkannya dengan Emen pada Desember 2018. Perjodohan yang terjadi karena Emen dan Ibunda Ana sudah saling mengenal ini pun banyak mendapat pertentangan. Bagaimana tidak, Emen sudah mengetahui Ana sejak usianya masih balita.
Pertemanan Emen sempat terputus setelah Ibunda Ana memutuskan merantau ke Kalimantan. Namun pada 2016, Ibunda Ana kembali lagi ke Pangandaran dan ditawari tempat tinggal oleh Emen di Langkaplancar.
Sebelum tawaran meminang Ana datang, Emen tadinya berencana menikah dengan orang Garut. Tapi, niat Emen pupus setelah sang pujaannya hatinya dipinang terlebih dahulu oleh orang lain.
Karena mengetahui Emen gagal menikah, Ibunda Ana lalu menawarkan diri untuk bisa meminang anaknya, Ana. Ana sendiri saat itu baru selesai menempuh studinya di Universitas Galuh Ciamis.
Mendapat tawaran tersebut, Emen sempat menolak. Emen ragu meski Ibunda Ana dua kali memberi tawaran pinangan itu kepada Emen.
Singkat cerita, Emen dan Ana akhirnya dijodohkan pada 2018. Ana menerima pinangan itu karena ingin menuruti kemauan ibunya.
Sebelum hari pernikahan dilangsungkan, Emen sempat menawarkan pesta untuk perkawinannya. Tapi, Ana menolak. Ia bahkan memilih memakai busana sederhana berwarna putih, tanpa tenda biru dan resepsi.
Emen pun memahami alasan yang dipilih Ana. Akad nikah keduanya lalu berlangsung lancar meski Ana tidak kuasa menahan derai air matanya setelah dipinang Emen. Lagi-lagi, Emen hanya bisa sabar menerima hal tersebut.
Tak sampai di situ, selepas menikah,Emen dan Ana tidak tidur serumah selama 2 bulan. Tapi hal itu bukan dianggap masalah bagiEmen.Emen ikhlas sambil menunggu waktu yang pas supaya Ana bisa menerimanya sebagai suami.
(ral/mso)