Walkot Yana Klaim Tak Ada Kasus Campak di Bandung

Walkot Yana Klaim Tak Ada Kasus Campak di Bandung

Sudirman Wamad - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 21:30 WIB
Enterovirus Legs hands mouth Rash on the body of a child Cocksackie virus
Ilustrasi campak pada anak (Foto: Getty Images/iStockphoto/kipgodi)
Bandung -

Sejumlah daerah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak sesuai dengan instruksi Kemenkes. Di Jawa Barat, ada dua daerah yang berstatus KLB campak yakni Bogor dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pemkot Bandung menyiapkan langkah untuk mengantisipasi penyebaran kasus campak. Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan saat ini tak ditemukan adanya kasus campak di Kota Bandung.

"Campak Alhamdulillah Kota Bandung aman. Tidak ada, zero kasus)," kata Yana kepada awak media di SOR Arcamanik Kota Bandung, Selasa (24/1/2023).


Saat ditanya mengenai pencegahan agar Kota Bandung tetap nol kasus, Yana meminta masyarakat turut aktif mengajak anaknya mengikuti imunisasi di pelayanan kesehatan. Ia menjamin pemkot berupaya agar tetap memberi jaminan kesehatan terhadap anak-anak, termasuk polio dan lainnya.

"Saya minta ikuti imunisasi untuk anak-anak. Insyallah campak, rubella, polio ikuti aja. Insyallah dan saat ini campak mudah-mudahan tetap zero," kata Yana.

Dilansir detikHealth, kasus campak di Indonesia meningkat pesat sepanjang 2022, ada lebih dari tiga ribu kasus yang dilaporkan. Tepatnya 3.341 infeksi, melonjak 32 kali lipat dari tahun sebelumnya yakni 200-an kasus.

Sepanjang 2022, 3.341 kasus ini menyebar di 223 kabupaten atau kota di 31 provinsi. Dari total tersebut, ada 55 KLB di 34 kabupaten kota, di 12 provinsi. di Jabar, ada dua daerah yang KLB campak, yakni Bogor dan KBB. Bogor terdapat enam kasus, dan KBB terdapat dua kasus.

(sud/iqk)