Jabar Hari Ini: Pengamanan Ketat Jelang Laga Persib Vs Persija

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 10 Jan 2023 22:00 WIB
Persib vs Persija (Foto: Ilustrasi Oris Riswan Budiana/detikJabar)
Bandung -

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di Jawa Barat (Jabar) hari ini. Mulai dari rencana pengamanan jelang laga Persib melawan Persija, hingga bocah perempuan di Sukabumi harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena lato-lato.

Berikut rangkuman Jabar Hari Ini, Selasa (10/1/2023):

Pengamanan Ketat Jelang Laga Persib Vs Persija

Duel penuh gengsi akan tersaji di Liga 1 2022/2023. Persib Bandung bakal menjamu tamunya Persija Jakarta dalam partai tunda yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (11/1/2023) pukul 16.30 WIB.

Dalam laga ini, polisi akan menyiapkan pengamanan ketat bagi pemain Persija yang datang ke Bandung. Skuat Macan Kemayoran bakal dibawa menggunakan kendaraan barracuda ketika berangkat menuju Stadion GBLA.

"Gunakan pengawalan Rantis," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo via sambungan telepon, Selasa (10/1/2023).

Selain itu, Ibrahim menyebut jika pihak kepolisian yang berjaga tidak dibekali senjata api. Kendati begitu, polisi telah menyiapkan langkah taktis lainnya jika terjadi hal yang tak diinginkan. "Enggak, kita laksanakan tugas pengamanan persuasif dan humanis," ujarnya.

Begitupun dengan gas air mata, tidak akan digunakan dalam pengamanan pertandingan tersebut. Meski demikian, pihaknya sudah menyiagakan personil khusus pengurai massa, bila mana terjadi kerusuhan di luar stadion.

"Tapi kita punya personil cadangan yang standby apabila penanganan massa akan dilakukan. Penanganan masa, kontijensi itu namanya, kalau penanganan kontijensi di mana-mana pun boleh dilakukan polisi. Penilaian kontijensi nya sudah jelas, berdasarkan aturan," ucapnya.

Pada laga ini, 26 ribu bobotoh dipastikan bakal menyaksikan laga Persib vs Persija. Namun, mereka yang dipastikan menyaksikan langsung di stadion adalah bobotoh yang telah membeli tiket pada 2 Oktober 2022 lalu.

Sebagaimana diketahui, tiket Persib vs Persija saat itu ludes terjual sebelum laga ini ditunda karena tragedi Kanjuruhan. Persib memastikan, mereka yang telah membeli tiket bisa kembali menukarkan e-voucher dengan tiket fisik yang baru.

Untuk tiket fisik sebelumnya yang berupa gelang, sudah tidak berlaku lagi. Bobotoh pun bisa kembali menukarkan e-voucher tersebut dengan tiket fisik mulai hari pertandingan, yakni Rabu besok.

"Tiket yang terjual adalah tiket yang dibeli untuk pertandingan 2 Oktober 2022, jadi penonton yang sudah membeli tiket akan menerima e-voucher kembali melalui email dan WhatsApp untuk pertandingan tanggal 11 Januari (2023)," kata Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono, Kamis (5/1/2023).

Persib juga sudah menyediakan sejumlah tempat sebagai lokasi penukaran tiket. Tercatat ada lima lokasi yang bisa didatangi bobotoh. Penukaran tiket sendiri dilakukan mulai Rabu (11/1/2023) pagi pukul 07.00 WIB.

Adapun kelima lokasi itu di antaranya Kodim 0618 Bandung di Jalan Bangka No.2, Kota Bandung, Pussenif PPI di Jalan Cisokan No 2, Kota Bandung dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), di Jalan Gatot Soebroto No 97, Kota Bandung. Kemudian Yonzipur 9 di Jalan A.H. Nasution, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung serta Pusdikpom Cimahi di Jalan Baros, Kota Cimahi.

Pelaku Aksi Teror Jalanan di Garut Ditangkap

Polisi menangkap sejumlah pemuda berkaitan aksi teror geng motor yang videonya viral di Garut. Beberapa orang pemuda tersebut saat ini sedang diperiksa oleh penyidik di Polres Garut.

Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, sejumlah pemuda yang diamankan tersebut diduga merupakan para pelaku aksi gerombolan bermotor yang sudah meresahkan warga. Diketahui, aksi mereka viral seiring videonya beredar di media sosial.

"Ada beberapa orang yang sudah kami amankan. Saat ini sedang kami periksa terlebih dahulu," kata Rio kepada detikJabar, Selasa (10/1/2022).

Ada lebih dari lima anak muda yang ditangkap polisi. Menurut informasi yang dihimpun, mereka diamankan di sejumlah tempat berbeda oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Garut selama Senin (9/1) kemarin.

Rio sendiri belum merinci ada berapa orang yang diamankan serta apa saja peran para pemuda itu dalam aksi teror berandalan bermotor. Namun pihak kepolisian berjanji akan segera mengungkapkan kebenarannya ke publik.

"Secepatnya akan kami sampaikan hasil dari pemeriksaan. Intinya, tim kami sedang bekerja dan insya Allah Garut aman," pungkas Rio.

Respons MUI Ciamis soal Viral Perjodohan Massal di Pesantren

Pondok pesantren di Ciamis, Jawa Barat, viral di media sosial. Sebuah tradisi khitbah atau perjodohan antara santri laki-laki dengan perempuan jadi sorotan. MUI Ciamis pun menanggapi perjodohan di pesantren tersebut.

Sekretaris Umum MUI Ciamis KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau biasa disapa Kang Icep menerangkan secara hukum Islam, perjodohan di pesantren tidak ada masalah.

"Tidak masalah, yang penting ada izin orang tua. Khitbah dimana pun boleh apalagi di pesantren, ada kiai yang jadi saksi," ujar Kang Icep saat dihubungi detikJabar, Selasa (10/1/2023).

Menurut Kang Icep, setiap pesantren di Ciamis memiliki tradisi masing-masing. Termasuk dalam hal perjodohan, daripada di luar tidak karuan cari jodoh lebih bagus yang paham tentang agama.

"Tentunya kiai memiliki alasan menjodohkan. Tradisi jodoh menjodohkan itu sudah lama, sejak dulu. Kalau persoalannya sekarang itu lebih banyak hal, kaitan LGBT. Sekarang menjaga wibawa kaum santri. Berjodoh lagi dengan paham Islam," ungkap Kang Icep.

Kang Icep menyebut dalam Islam tidak ada pacaran dan sebaiknya seperti itu. Orang tua dulu, kata Kang Icep, setiap gadis yang akhir balik atau sudah dewasa akan dicirii. Menurutnya tradisi tersebut bagus, karena kedua calon mendapat bibit bobo yang sepadan.

Adapun tradisi perjodohan di pesantren itu juga sebagai salah satu upaya melanjutkan estafet kesinambungan nilai kepesantrenan dengan menyebarkan nilai keagamaan.

"Misal suaminya, ilmu agamanya memadai, istinya juga harus memadai. Karena harus terjun ke masyarakat. Sepasang mempelai ini karus kuat pemahaman dan pengamalan agama. Itu inti ulama dari dulu," katanya.

Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI Ciamis Sumadi menambahkan, perjodohan itu tergantung beberapa hal. Pertama melalui ta'aruf dari dua pihak. Ada kesepahaman komitmen menikah. Tidak ada unsur paksaan.

"Perjodohan yang tidak boleh adalah tidak ada unsur taaruf, tidak ada otoritas yang tidak memilih. Islam tetap menghargai perempuan memilih," katanya.

Menurut Sumadi, dalam perjodohan tersebut bisa saja pada saat ta'aruf melalui perantara seperti ustad atau kiai. Namun jangan sampai mau karena dipaksa.

"Kalau ta'aruf panjang dan baik, tidak ada keterpaksaan, masing-maisng calon punya otoritas memilih. Keduanya diadakan di pesantren supaya ramai, itu tidak masalah," jelasnya.

Sumadi mengatakan beberapa pesantren memang ada yang melaksanakan perjodohan, namun berbeda dengan pesantren modern. "Memang perjodohan juga ada gagalnya atau tidak tepat. Ada cerita juga misal yang akan dijodohkan sudah punya pacar, tapi dijodohkan ke orang lain. Memang ada juga seperti itu," ungkapnya.




(ral/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork