Penjelasan DVI Polri soal Perbedaan Data Korban Tewas Gempa Cianjur

Penjelasan DVI Polri soal Perbedaan Data Korban Tewas Gempa Cianjur

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 17:48 WIB
CIANJUR, INDONESIA - NOVEMBER 23: An aerial view of the demolished settlements after the earthquake in Suka Mulya village of Cianjur, West Java, Indonesia on November 23, 2022. More than 2,000 buildings collapsed and many rescuers and volunteers were deployed Wednesday in the area 268 people died and thousands of residents were injured when the earthquake struck 5.6 magnitude. (Photo by Eko Siswono Toyudho/Anadolu Agency via Getty Images)
Foto Udara Permukiman Porak Poranda Terdampak Gempa Cianjur (Foto: Eko Siswono Toyudho/Anadolu Agency/Getty Images)
Cianjur -

Jumlah korban yang tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur terus bertambah. Namun ada perbedaan data yang diungkap oleh BNPB serta kepolisian.

Hingga Rabu (23/11/2022) BNPB mencatat korban tewas akibat gempa Cianjur mencapai 271 orang. Sementara versi Polri, jumlah korban tewas sebanyak 131 orang.

Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri,Kombes drg Ahmad Fauzi mengatakan ketimpangan data korban tewas yang tercatat oleh masing-masing instansi termasuk pada bencana Cianjur kali ini memang seringkali terjadi.


"Kami melakukan pendataan sesuai data yang kami terima dan rumah sakit yang kami tunjuk dimana ada tim DVI di sana. Dalam hal ini rumah sakit di Cianjur yang ada tim DVI-nya adalah RS Bhayangkara cianjur, RS Cimacan, dan RSUD sayang Cianjur," ujar Ahmadsaat konferensi pers Operasi DVI gempa bumi Cianjur di RSUD Sayang, Cianjur, Kamis (24/11/2022).

Ahmad mengatakan hanya jenazah di tiga rumah sakit itu diperiksa. Sedangkan data yang dilaporkan oleh BNPB atau pihak lain kemungkinan merupakan data korban yang tidak masuk ke rumah sakit maupun yang langsung diterima keluarganya atau dikubur.

"Jadi wajar ada kesimpangsiuran data dan ketimpangan data yang kami terima di rs dengan data di lapangan termasuk data korban yang langsung dikuburkan oleh pihak keluarganya setelah ditemukan," kata Ahmad.

Hingga saat ini pihaknya sudah menerima 131 kantong jenazah dengan130 kantong jenazah di antaranya berisi jenazah utuh. Sementara satu kantong jenazah lagi berisi body part atau bagian tubuh.

Sampai Rabu (23/11/2022), pihaknya sudah mengidentifikasi sebanyak 123 jenazah. Jenazah itu kemudian diserahkan ke pihak keluarga masing-masing.Sedangkan pada Kamis ini, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi lagi satu jenazah dengan nomor PM062022 Cianjur 117.

Nomor itu cocok dengan data antemortem nomor 63. Teridentifikasi sebagai Nining, wanita 64 tahun, dengan alamat Sarampad, RT 01/02, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Ia teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis.

Saat ini masih ada enam jenazah yang masih menunggu kelengkapan data antemortem. Kemudian ada satu jenazah berbentuk body part masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut berupa tes DNA.



Simak Video "13.784 Warga Cianjur Mengungsi, Pemprov Jabar Dirikan 14 Posko"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)