Upaya Penyelamatan Pantai Indramayu dari Abrasi dengan Geotube

Upaya Penyelamatan Pantai Indramayu dari Abrasi dengan Geotube

Sudedi Rasmadi - detikJabar
Jumat, 25 Nov 2022 07:00 WIB
Pelajar dan stakeholder menanam pohon mangrove di Pantai Rembat Indramayu.
Pelajar dan stakeholder menanam pohon mangrove di Pantai Rembat Indramayu (Sudedi Rusmadi/detikJabar).
Indramayu -

Ganasnya laut pantura menyebabkan abrasi di pantai Indramayu, Jawa Barat. Pantai Rembat, Kecamatan Juntinyuat salah satunya mengalami abrasi parah hingga nyaris menelan lahan persawahan.

Berdasarkan data, dari total 147 kilometer panjang pantai Indramayu, 6,4 kilometer di antaranya mengalami abrasi parah. Termasuk wilayah yang dilintasi jalur PT. Pertamina Gas.

Melihat itu, sejak tahun 2018 lalu, Pertamina gas melakukan riset dan menanggulangi abrasi dengan sistem Geotextile Tube atau Geotube. "Kebetulan di Pantai Rembat termasuk wilayah operasi airway, sehingga dilakukan penanggulangan akibat bencana abrasi parah di antaranya menggunakan Geotextile Tube di tahun 2021," kata General Manager Operation East Pertagas Hendra TP Nasution, Kamis (24/11/2022).


Selain itu, di sisi Geotube sepanjang 240 meter juga ditanami pohon mangrove dan cemara laut untuk mencegah abrasi. Bahkan diharapkan bisa menambah sedimentasi, agar menjaga daratan tetap utuh.

Dikatakan Hendra, pemeliharaan intensif pohon mangrove perlu dijaga. Sebab, selain mencegah abrasi juga bisa menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat dengan tumbuhnya ekowisata mangrove di lokasi tersebut.

"Kita beri edukasi masyarakat, agar mencegah bencana abrasi. Dari sistem geotube dan pemeliharaan mangrove juga berdampak pada ekonomi masyarakat," ucapnya.

Penyuluh Kehutanan menyebut abrasi pantai di wilayah timur Indramayu relatif menurun. Sebab, beberapa garis pantai sudah terpasang breakwater termasuk Geotube.

"Rata-rata pantai yang masih mengalami abrasi parah ada di wilayah barat Indramayu. Seperti Patrol, Kandanghaur dan Cantigi sampai Losarang. Meski di Cantigi sebagian sudah mendingan," kata Penyuluh Kehutanan, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat, Musa Musyaffa.

Seperti diketahui, kali ini Petragas kembali menanam pohon mangrove dan cemara laut bersama stakeholder dan pelajar di area tersebut.

"Bukan banyaknya pohon yang ditanam, yang penting jumlah pohon yang bisa tumbuh besar. Makanya kita intensif memelihara pertumbuhan mangrove di sini," pungkas Hendra.

(mso/mso)