Kumpulan Hadits Menuntut Ilmu

Kumpulan Hadits Menuntut Ilmu

Tim detikEdu - detikJabar
Minggu, 20 Nov 2022 05:15 WIB
Memasuki 10 hari terakhir bulan suci ramadan, banyak orang berlomba-lomba mengejar pahala. Salah satunya kala ia menyambut Nuzulul Quran. Inilah potretnya. 

Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk umat manusia. Momen ini diperingati saat memasuki hari ke -17 Bulan Suci Ramadan.
Ilustrasi (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Ada 10 hadits yang menegaskan tentang pentingnya menuntut ilmu berikut dengan keutamaannya. Ini daftar 10 hadits menuntut ilmu yang dirangkum detikEdu dari berbagai sumber, sebagaimana dikutip detikJabar, Minggu (20/11/2022).

Kumpulan hadits menuntut ilmu dalam Islam dan artinya:

1. ุชูŽุนูŽู„ูŽู‘ู…ููˆู’ุงูˆูŽุนูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุงูˆูŽุชูŽูˆูŽุงุถูŽุนููˆู’ุงู„ูู…ูุนูŽู„ูู‘ู…ููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูŽู„ูŽูˆู’ุง ู„ูู…ูุนูŽู„ูู‘ู…ููŠู’ูƒูู…ู’ ( ุฑูŽูˆุงู‡ู ุงู„ุทูŽู‘ุจู’ุฑูŽุงู†ููŠู’)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Thabrani).

2. ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ูŠูŽู„ู’ุชูŽู…ูุณู ูููŠู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุณูŽู‡ูŽู‘ู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู

ADVERTISEMENT

Artinya: "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim, no. 2699).

3. ู…ูŽู†ู’ุฎูŽุฑูŽุฌูŽููู‰ุทูŽู„ูŽุจูุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูููŽู‡ููˆูŽููู‰ุณูŽุจููŠู’ู„ูุงู„ู„ู‡ูุญูŽุชูŽู‘ู‰ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽ

Artinya: "Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang." (HR Tirmidzi).

4. ุชูŽุนูŽู„ู‘ู…ููˆุงุงู„ุนูู„ู’ู…ูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽู„ู‘ู…ููˆู’ุง ู„ูู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุงู„ุณู‘ูƒููŠู’ู†ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู‚ูŽุง ุฑูŽ ูˆูŽุชูŽูˆูŽุงุถูŽุนููˆู’ุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ุชูŽุชูŽุนูŽู„ู‘ู…ููˆุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู

Artinya: "Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR Thabrani).

5. ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุนูู„ู’ู…ู ูŠูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽู„ูŽุฏู ุตูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูŽู‡ู

Artinya: "Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya." (HR Muslim no. 1631).

6. ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ููŽุฑููŠุถูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูˆูŽูˆูŽุงุถูุนู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูƒูŽู…ูู‚ูŽู„ูู‘ุฏู ุงู„ู’ุฎูŽู†ูŽุงุฒููŠุฑู ุงู„ู’ุฌูŽูˆู’ู‡ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู„ูู‘ุคู’ู„ูุคูŽ ูˆูŽุงู„ุฐูŽู‘ู‡ูŽุจูŽ

Artinya: "Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan." (HR Ibnu Majah).

7. ุงู„ุนู„ู… ู‚ุจู„ ุงู„ู‚ูˆู„ ูˆ ุงู„ุนู…ู„

Artinya: "Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas." (HR Bukhari).

8. ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุงู’ู„ุนูู„ู’ู…ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ุขุฎูุฑูŽู‡ูŽ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจุงูู„ุนูู„ู’ู…ู

Artinya: "Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu." (HR Ahmad).

9. ูุถู„ ุงู„ุนู„ู… ุฎูŠุฑ ู…ู† ูุถู„ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ูˆุฎูŠุฑ ุฏูŠู†ูƒู… ุงู„ูˆุฑุน

Artinya: "Keutamaan ilmu itu lebih baik dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baik keberagaman kalian adalah sikap wara'." (HR Turmidzi).

10. ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูุจู’ุชูŽุบูŽู‰ ุจูู‡ู ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ููŠูุตููŠุจูŽ ุจูู‡ู ุนูŽุฑูŽุถู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ ุนูŽุฑู’ููŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู

Artinya: "Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti." (HR Abu Daud).

Berdasarkan hadits menuntut ilmu yang telah dipaparkan di atas, Syekh Al-Zarjuni dalam kitabnya Ta'limul Muta'allim menekankan niat dalam menuntut ilmu itu harus didasari keikhlasan. Sebab, menuntut ilmu bagi umat muslim tidak hanya untuk menghilangkan kebodohan dari diri sendiri dan diri orang bodoh lainnya. Namun, dilakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT dan kehidupan akhirat.

Artikel ini telah tayang di detikEdu dengan judul 10 Hadits Menuntut Ilmu: untuk Memudahkan Jalan ke Surga.

(bbn/bbn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads