Google Translate Tak Bisa Lagi Digunakan di China

Kabar Internasional

Google Translate Tak Bisa Lagi Digunakan di China

Tim detikInet - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 23:59 WIB
concept search, customer service operator woman with headset, globe, flags and magnifying glass
Ilustrasi Google Translate (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Perusahaan berbasis teknologi, Google mengumumkan menutup situs Google Translate untuk China (translate.google.cn) karena sepi pengguna.

Dilansir detikInet, ditutupnya Google Translate juga menandai akhir dari salah satu produk terakhirnya yang masih tersisa di China daratan.

"Kami menghentikan Google Translate di China daratan karena minimnya pengguna," kata juru bicara Google dalam keterangan resminya seperti dikutip dari CNBC, Selasa (4/10/2022).


Google memang memiliki hubungan yang rumit dengan pasar China. Untuk diketahui, Google pertama kali hadir di China pada tahun 2006 dengan mesin pencari khusus yang menuruti aturan sensor pemerintah China. Tapi pada tahun 2010, mesin pencari Google dihentikan operasionalnya di China karena permintaan sensor yang lebih ketat.

Pemerintah China juga memblokir layanan Google lainnya yang populer seperti Google Maps dan Gmail. Masyarakat China lebih memilih layanan lokal seperti Baidu dan Tencent untuk mesin pencari sampai penerjemah.

Saat ini beberapa produk Google yang di produksi di China seperti smartphone Pixel, dikabarkan akan dipindahkan ke Vietnam.

Selain itu, setelah absen di China sejak tahun 2010, Google sempat mencoba meluncurkan kembali mesin pencarinya di China pada tahun 2018 tapi dibatalkan setelah dihujani kritik dari karyawan dan politisi AS.

Artikel ini telah tayang di detikInet dengan judul Google Translate Resmi Ditutup di China. Baca selengkapnya di sini.

(iqk/iqk)