Mengangkat Ilustrator Lokal ke Mata Dunia

Mengangkat Ilustrator Lokal ke Mata Dunia

Cornelis Jonathan Sopamena - detikJabar
Sabtu, 01 Okt 2022 00:30 WIB
Eizper Chain, game Action RPG lokal asal Bandung yang berbasis blockchain.
Eizper Chain, game action RPG lokal asal Bandung. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Developer game lokal asal Bandung, Eizper Chain tengah melaksanakan Eizper Chain Illustrator Contest (ECIC). Kontes ilustrasi bertemakan splash art ini berlangsung dari 26 September 2022 hingga 5 November 2022.

Setelah sukses meraih peringkat ketiga di kompetisi tingkat internasional Solana Hackathon Ignition, developer game Eizper Chain yang bergenre action RPG ini ingin turut mengangkat ilustrator lokal ke level dunia. Upaya tersebut mereka lakukan melalui ECIC.

Chief of Marketing Officer (CMO) Eizper, Ferry Purnama mengatakan, kontes ini diadakan karena pihak Eizper Chain melihat tingginya kreativitas anak bangsa. Dirinya dengan seluruh tim Eizper Chain menginginkan potensi-potensi tersebut dapat di ekspos ke ranah internasional.


"Kami sebagai Eizper Chain, game anak bangsa, pengen bikin semacam event untuk mengangkat ilustrator-ilustrator muda berbakat nanti supaya terkenal (dan) supaya karyanya bisa dikenal oleh banyak orang dan bukan hanya skala nasional, tapi kami pengen angkat ke skala internasional," ungkap Ferry kepada detikJabar beberapa waktu yang lalu.

"Karena kita punya komunitas juga kan tersebar ke berbagai negara. Ada juga user-user kami di Amerika, Rusia, India. Yang kedua, tujuan kami menyelenggarakan event adalah kami juga bisa melihat mana illustrator-illustrator muda yang berbakat, yang nantinya ke depannya bisa kerjasama sama Eizper Chain," lanjutnya.

Dengan tema splash art, para peserta lomba dapat membuat ilustrasi berbagai kegiatan, seperti saat bertarung, latihan, eksplorasi, hingga melakukan kegiatan sehari-hari.

Tentunya, karakter-karakter yang diilustrasikan harus berasal dari game Eizper Chain. Dalam ilustrasi tersebut diperbolehkan menggunakan berbagai karakter baik yang dapat dimainkan maupun tidak dapat dimainkan alias Non-Playable Character (NPC).

Eizper Chain, game Action RPG lokal asal Bandung yang berbasis blockchain.Eizper Chain, game action RPG lokal asal Bandung yang berbasis blockchain. Foto: Istimewa

Kompetisi ini juga menggaet juri-juri ternama seperti Digital Concept Artist Aedel Fakhrie hingga pendiri dan artist dari Agate Studio, RRQ Guild, dan Sangnila. Ferry berharap para ilustrator pun dapat terbantu dalam membangun portofolio jika berpartisipasi dalam lomba ini.

"Jadi memang kalau nanti kita lihat ilustrator-ilustrator ini ketika mereka ikut kontes ini, maka mereka pun skillnya dan bakatnya itu bisa dilirik oleh industri yang dilirik sama game. Dan itu akan memudahkan mereka ketika mereka punya portofolio ketika mencari pekerjaan," ucap Ferry.

Selain untuk memudahkan portofolio, ajang lomba ini juga diharapkan dapat meningkatkan persepsi masyarakat terhadap para ilustrator. Bilingual Writer Eizper Chain, Estu Mustika juga mengingatkan bahwa game tidak dapat terlihat menarik tanpa peran seorang ilustrator.

"Kita juga mau mengangkat (bahwa) ilustrator itu sosok yang penting lho di dalam game. Karena tanpa ilustrator, game itu tidak akan terlihat menarik," kata Estu.

Selain untuk memperkaya portofolio, memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan Eizper Chain, dan menunjukkan karya ke skala Internasional, Eizper Chain juga menawarkan hadiah uang. Developer game tersebut sudah menyiapkan hadiah uang hingga Rp 6.000.000.

Untuk mendaftarkan diri, Anda cukup mengeluarkan dana sebesar Rp20.000 saja. Jika melakukan pendaftaran sebelum 7 Oktober, Anda juga dapat mengikuti talk show berjudul "Splash Art in Game Industry" dengan para juri.

Eizper Chain sendiri merupakan game pertama di Indonesia yang berbasis block chain dan memiliki konsep Free-to-Play/Play-and-Earn (F2P/PnE). Selain merilis game untuk dimainkan di komputer, Eizper Chain juga tengah mengembangkan versi mobile agar pengalaman pengguna saat bermain game semakin menyenangkan.

(iqk/iqk)