Buku Nostradamus Jadi Best Seller Usai Ratu Elizabeth II Wafat

Kabar Internasional

Buku Nostradamus Jadi Best Seller Usai Ratu Elizabeth II Wafat

Tim detikInet - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 00:05 WIB
Nostradamus
Nostradamus. (Foto: Live Science)
Jakarta -

Buku Nostradamus: The Complete Prophecies for the Future mendadak jadi best seller usai meninggalnya Ratu Elizabeth II. Usai sang Ratu wafat, buku ini bahkan terjual ludes hingga 8.000 eksamplar!

Dikutip dari detikINET, larisnya buku ini tidak terlepas dari ramalan Nostradamus seputar kematian Ratu Elizabeth II. Ramalan kematian Ratu Elizabeth II memang tidak gamblang, tapi merupakan interpretasi pengamat Nostradamus bernama Mario Reading yang pada tahun 2005 mempublikasikan buku Nostradamus: The Complete Prophecies for the Future,

Buku itu mencoba mengartikan puisi Nostradamus, pria asal Prancis yang lahir pada tahun 1500-an, sebagai ramalan masa depan. Salah satu puisi Nostradamus menurut buku itu, seperti dikutip detikINET dari Fox News, diartikan bahwa 'Ratu Elizabeth II akan meninggal, di 22, pada umur sekitar 96 tahun'.


Karena dinilai tepat ramalannya, buku itu mendadak viral. Hasilnya, seminggu sebelum kematian Ratu Elizabeth II, penjualannya hanya 5 eksemplar saja. Tapi setelah wafatnya sang ratu, sekitar 8.000 eksemplar ludes di Inggris sehingga jadi best seller.

Buku itu tak hanya berisi ramalan kematian Ratu Elizabeth II, tapi juga ada prediksi mengenai Kerajaan Inggris, yaitu terkait Raja Charles III yang diramal turun takhta.

"Itu karena ada kemarahan kepadanya dari sebagian warga Inggris, terkait perceraian dengan Putri Diana," tulis Reading.

Ramalan berikutnya, yang menggantikan Charles bukan Pangeran William yang saat ini menjadi putra mahkota, melainkan Pangeran Harry. Terlebih Harry bisa dikatakan sudah tidak aktif di kerajaan Inggris.

Nostradamus sendiri disebut telah meramal banyak hal dan sebagian terwujud. Di antaranya revolusi Perancis, pendaratan manusia di bulan, pengeboman Hiroshima sampai perang dunia. Ada juga ramalan tentang perubahan iklim, teknologi kecerdasan buatan, perang dahsyat dan lainnya.

Meski begitu, ramalan Nostradamus dan kebenarannya tidak bisa ditelan mentah-mentah, terutama dari sisi sains. Apalagi tulisan Nostradamus tidak secara terang meramal sesuatu, harus diinterpretasikan.

"Sering bahwa akademisi yang mempelajari Nostradamus tidak sepakat tentang apa yang sebenarnya ingin dia katakan," sebut Live Science.

Artikel ini telah tayang di detikInet dengan judul Ramalan Ratu Elizabeth Wafat Tepat, Buku Nostradamus Viral

(orb/orb)