Ironi Kucing Hutan-Kancil yang Dekati Permukiman di Cianjur

Ironi Kucing Hutan-Kancil yang Dekati Permukiman di Cianjur

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 23 Sep 2022 14:15 WIB
Kancil yang ditangkap di Cianjur.
Kancil yang ditangkap pemburu di Cianjur. (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Hewan dilindungi belakangan ini ditemukan di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, mulai dari kancil hingga kucing hutan. Apa penyebabnya?

Kepala Desa Cibarengkok, Asep Jalaludin mengatakan rusaknya ekosistem diduga menjadi penyebab hewan-hewan tersebut menekati pemukiman masyarakat. Sehingga, pemburu di Desa Cibarengkok kerap menemukan kancil dan kucing hutan saat berburu babi di kawasan hutan di sekitaran desa.

"Salah satunya yang belum lama ini ditangkap warga dan sekarang diamankan di kantor desa. Itu karena memang banyak ditemukan kancil sampai kucing hutan sejak beberapa tahun terakhir," kata dia, Jumat (23/9/2022).


Bahkan informasi yang beredar, para pemburu tersebut juga beberapa kali menangkap hewan langka untuk dijual. Tapi hal itu belum dipastikan.

"Katanya ada yang sampai dijual, tapi saya juga belum bisa memastikan. Saya harap tidak sampai ada jual beli hewan langka, karena kan melanggar aturan," kata dia.

"Kalaupun sampai ada yang dijual, kemungkinan karena masyarakat tidak tahu mana saja hewan dilindungi," tuturnya.

Dia menjelaskan terkait banyaknya hewan dilindungi berkeliran di kawasan hutan di Desa Cibarengkok diduga karena ekosistem aslinya di perbatasan Cianjur-Kabupaten Bandung Barat rusak atau beralih fungsi. Mengingat saat ini banyak lahan yang dijadikan sebagai kebun pisang untuk diambil daunnya.

"Kalau dulu jarang ada kancil atau kucing hutan di hutan di Desa Cibarengkok. Kalau sekarang jadi banyak, bahkan setiap warga berburu pasti saja menemukan kancil atau kucing hutan. Tidak jarang ditemukan di kebun warga juga," ungkap dia.

Dia berharap dengan temuan hewan dilindungi yang mulai mendekati permukiman, pemerintah di tingat kabupaten, provinsi, hingga pusat bisa melakukan tindakan agar ekosistem kembali terjaga dan hewan dilindungi tidak terganggu.

"Yang kami khawatirkan, kalau semakin rusak ekosistemnya, hewan ini semakin mendekat ke pemukiman atau semakin banyak diburu, dimana akhirnya hewan ini menjadi langka. Jangan sampai nanti kancil itu sebatas dongeng untuk anak-anak," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, Jawa Barat berhasil menangkap seekor kancil atau pelanduk kecil saat hendak berburu babi. Hewan dilindungi itu kini diamankan di kantor desa agar tidak diperjualbelikan.

(orb/orb)