Blusukan ke Kampung Cihonje, Bupati Bandung Renovasi Rumah Warga

Inkana Izatifiqa R Putri - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 21:54 WIB
Pemkab Bandung
Foto: dok. Pemkab Bandung
Jakarta -

Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melaksanakan program Saba Desa atau Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) ke 13 di Kampung Cihonje, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.

Didampingi istri, Emma Dety Dadang Supriatna, ia menyempatkan diri menginap semalam di sebuah rumah gubuk yang sudah tak layak huni milik warga setempat. Rumah panggung berukuran 5x20 meter yang diperkirakan sudah berusia puluhan tahun tersebut dihuni oleh Komariah (72), seorang janda yang ditinggal suaminya meninggal lima tahun silam.

Usai salat Magrib, Dadang bersama istri langsung menemui Komariah di rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. "Perkenalkan, saya sama istri datang ingin menginap, jika diizinkan," ujar Dadang yang dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).


Mendengar hal ini, Komariah pun dengan senang hati langsung mengizinkan Dadang menginap di rumahnya. Dalam kesempatan tersebut, Dadang pun sempat berbincang dengan Komariah mulai dari pekerjaan hingga pekerjaannya sehari-hari. Dadang bahkan juga sempat bertanya terkait kepemilikan KTP lantaran dirinya berniat untuk merenovasi rumah Komariah.

"Insyaallah, besok rumah Ibu saya perbaiki. Rumah Ibu akan saya bedah," papar Dadang.

Sementara itu, Komariah mengatakan sehari-harinya ia tak bekerja. Adapun untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan pemberian dari anak-anaknya. Sesekali, Komariah juga mendapatkan bantuan sosial dari program pemerintah seperti bantuan langsung tunai kompensasi dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

"Alhamdulillah, punya kartu BPJS Kesehatan juga. Alhamdulillah, belum pernah digunakan karena terus sehat," ujar Komariah.

Rumah Komariah memang terletak jauh dari pusat keramaian Kota Ciparay, bahkan lokasinya berada di atas perbukitan. Jarak rumahnya sekitar 3 km dari Kantor Desa Mekarlaksana dan hanya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dengan akses jalan menanjak sehingga orang yang hendak berkunjung ke rumah Komariah harus mendaki dan siap menguras tenaga.

Meski demikian, Komariah bercerita dirinya dan warga sekitar sudah terbiasa berjalan kaki dengan menempuh medan yang berat sehari-harinya. Bahkan, mereka hanya sesekali menggunakan motor. "Sudah biasa hidup di kampung," kata Komariah.



Simak Video "Kab Bandung Ulang Tahun, Masyarakat Dayeuhkolot Diberi 'Kado' Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)