Kronologi Penyerangan Berdarah di Angkot Sumedang

Nur Azis - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 20:31 WIB
Ilustrasi Balapan Liar
Ilustrasi (Foto: nala edwin).
Sumedang -

Polisi masih memeriksa kondisi kejiwaan seorang perempuan yang melakukan penyerangan kepada penumpang lain di dalam angkutan kota di Sumedang.

"Belum keluar hasilnya masih dilakukan pemeriksaan," ungkap Kapolsek Tanjungsari Kompol Ahmad Nurzaman, Kamis (22/9/2022).

Nurzaman pun menjelaskan secara singkat terkait kronologis kejadian tersebut.


"Jadi pelaku mengacung-acungkan pisau, lalu lantaran ibu-ibu yang ada di dalam angkot panik maka mereka pun pada loncat (keluar dari angkot saat kondisi sedang melaju)," terangnya.

Ia menyebut, saat kejadian, di dalam angkot sendiri ada sebanyak 4 penumpang termasuk pelaku.

"Jadi yang loncat itu dua orang ibu dan salah satunya membawa anak," ujarnya.

Berita sebelumnya, salah satu korban penyerangan oleh seorang perempuan yang membawa pisau di dalam sebuah angkutan kota dikabarkan meninggal dunia.

Insiden penyerangan itu sendiri terjadi di Jalan Raya Sumedang-Cirebon atau tepatnya di sekitar SMAN 1 Tanjungsari, Kamis (22/9/2022).

Korban meninggal setelah sebelumnya sempat mendapat penanganan secara intensif oleh jajaran RSUD Sumedang.

Kabar tersebut disampaikan oleh Humas RSUD Sumedang Rudiyanto.

"Korban bernama ibu Rika yang sedang hamil meninggal dunia sekitar pukul 17.22 WIB," kata Rudi.

Rudi menjelaskan, korban yang meninggal tengah hamil sekitar 6 bulan. Korban mengalami luka berdarah dibagian kepala belakang sebelah kanan.

"Lukanya itu sekitar 5 centimeter dan saat tiba di IGD luka itu langsung di jahit," terang Rudi.

Korban yang tiba sekitar pukul 11.02 WIB, lanjut Rudi, kemudian pada sekitar pukul 13. 00 WIB di kirim ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya pada sekitar pukul 17.22 WIB.

"Berdasarkan hasil CT scan korban mengalami pendarahan di dalam kepalanya atau pada lapisan otak," paparnya.

Selain luka kepala, Rudi menyebut, korban mengalami pendarahan di bagian hidung dan mulut saat baru tiba di rumah sakit. Kemudian terdapat juga luka di bagian paha kanannya.

"Paha kanan terjadi perubahan bentuk seperti patah tulang," ujarnya.

Korban meninggal sendiri saat ini sudah diantarkan ke rumah dukanya.

"Korban tadi sudah dikirim ke rumah duka," ucapnya

Rudi menambahkan, sementara korban sendiri ada berjumlah 3 orang. Pertama, Lisnawati bersama anaknya yang baru berusia 2 tahun. Kemudian Rika, korban yang meninggal dunia.

"Anak ibu Lisnawati yang mengalami luka ringan sudah boleh pulang tadi sekitar jam 2 siang," ujarnya.

Sementara untuk korban Lisnawati sendiri, saat ini akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung.

"Ibu Lisnawati ini lukanya ada benjolan di atas telinga sebelah kanan, kemudian luka-luka di bagian lutut kaki sebelah kanan," ujarnya.

"Berdasarkan hasil CT Scan ada pendaharan di selaput di dalam otak, kondisinya di rujuk ke rumah sakit Bandung," kata Rudi menambahkan.

(mso/mso)