BBKSDA Jabar Ungkap Pemicu Macan Kumbang Serang 3 Pria Sumedang

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 11 Sep 2022 11:36 WIB
Penampakan mayat macan kumbang yang serang warga.
Penampakan mayat macan kumbang yang serang warga. (Foto: Istimewa)
Sumedang -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyebut, macan tutul yang berduel dengan tiga warga Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang merupakan macan tutul muda.

Kepala BBKSDA Jabar Irwan Asaad mengatakan, habitat macan tutul yang berada di Kawasan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK) dan berdekatan dengan pemukiman warga, membuat macan tersebut turun untuk mencari makan.

"Kondisi pemukiman masyarakat yang berdekatan dengan habitat alami macan tutul di TBGMK, serta adanya hewan ternak di sekitar kawasan, diduga menjadi salah satu penyebab keluarnya macan tutul dari kawasan hutan," kata Irwan dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar, Minggu (11/9/2022).


Menurut Irwan, karakter macan tutul muda masih belajar berburu sehingga kerap mencari mangsa yang mudah didapat. "Macan tutul muda yang sedang belajar berburu biasanya tertarik untuk mendapatkan mangsa yang mudah untuk diburu," ujarnya.

Irwan juga menilai, macan tutul tidak akan menyerang manusia jika tidak merasa terancam. "Pada dasarnya, macan tutul memiliki perilaku untuk tidak menyerang manusia, kecuali pada kondisi terdesak atau mendapat intimidasi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa warga diserang macan tutul bermula saat tiga warga, yakni Udes Saepudin (32), Adi (38) serta Didin (52) sedang bekerja di sebuah kebun alpukat pada Rabu (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala Desa Tegalmanggung Cecep Ali Hasan mengatakan, serangan macan kumbang itu berawal saat seorang warga tengah berada di kebun. Tiba-tiba, warga itu melihat seekor macan kumbang yang tanpa disangka-sangka langsung menyerangnya.

Saat satu warga sedang diserang, datang warga lainnya yang mencoba untuk membantu. Namun dua warga itu tak berdaya melawan tenaga dari sang macan.

"Kronologinya si warga itu lagi berkebun, pertama satu orang. Kemudian tiba-tiba ada seekor macan, dan langsung nyerang warga. Kemudian datang satu warga lagi ngebantu, diserang juga kena. Datang lagi satu orang, diserang lagi," katanya Jumat (9/9/2022).

Meski telah menyerang tiga warga, namun macan kumbang itu tak kunjung pergi. Macan itu justru semakin ganas menyerang.

Cecep menceritakan, ketiga warga akhirnya mencoba melawan dengan memiting leher macan tersebut dan menenggelamkannya ke dalam air.

"Nah si macan lehernya dipiting lah sama warga itu terus diceburin ke air di tenggelemin, soalnya kuat banget katanya jadi sempat berkelahi dengan dua warga. Setelah diceburin ke air macannya mati," ujarnya.

(wip/iqk)