Daftar Fenomena Astronomi September 2022, Ada Hujan Meteor!

Daftar Fenomena Astronomi September 2022, Ada Hujan Meteor!

Cornelis Jonathan Sopamena - detikJabar
Rabu, 07 Sep 2022 10:30 WIB
Apakah tanggal 27 Juni Hujan Meteor? Beredar informasi, akan terjadi hujan meteor Bootid pada tanggal 27 Juni 2022. Berikut ulasan selengkapnya.
Ilustrasi hujan meteor (Foto: Getty Images/iStockphoto/Allexxandar)
Bandung -

Pada September 2022 ini, ternyata terdapat cukup banyak fenomena astronomi yang terjadi. Berbagai pertunjukkan benda antaraksi dapat segera disaksikan baik menggunakan mata telanjang maupun melalui alat khusus seperti teleskop dan binokuler.

Dirangkum dari detikInet dan Bosscha Observatory, berikut berbagai fenomena astronomi yang akan terjadi di September 2022 ini.

8 September: Konjungsi Bulan-Saturnus


Pada momen ini, posisi Bulan dan Saturnus akan berdekatan di arah langit timur. Kedua objek antariksa ini dapat dilihat pada 17.31 WIB. Kendati demikian, kedua objek ini masih dapat terlihat berdekatan hingga 19.00 WIB.

10 September: Full Moon

Fenomena Full Moon atau bulan purnama dapat dilihat sejak 10 September. Bulan purnama kemudian akan terus bersinar hingga 17 September. Di Amerika, fenomena ini juga dikenal dengan Bulan Jagung atau Harvest Moon. Pasalnya, jagung biasanya dipanen di sekitar waktu ini.

11 September: Konjungsi Bulan-Jupiter

Di bulan September ini, Anda juga dapat melihat planet terbesar di tata surya kita berdekatan dengan bulan. Fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang pada 22.16 WIB.

16 September: Neptunus di Oposisi

Pada 16 September, Neptunus akan berada pada posisi terdekatnya dengan bumi dan sepenuhnya diterangi oleh matahari. Kendati demikian, Anda tetap membutuhkan teleskop untuk melihat jelas Neptunus dikarenakan posisinya yang memang sangat jauh dari bumi.

17 September: Konjungsi Bulan-Mars

Akan terjadi di pagi hari, tepatnya pukul 08.43 WIB, konjungsi Bulan-Mars tetap dapat dilihat di malam hari sekitar pukul 00.00 WIB. Kedua objek ini akan muncul di langit timur.

23 September: Ekuinoks September

Pada saat ekuinoks, bumi memiliki panjang siang dan malam yang kurang lebih sama. Pasalnya, matahari akan berada tepat di atas garis khatulistiwa. Ekuinoks juga menjadi penanda awal musim semi di belahan bumi selatan atau musim gugur di belahan bumi utara.

25 September: Galaksi NGC 55 Dapat Diamati Sepanjang Malam

Galaksi NGC 55 atau String of Pearls dapat diamati sepanjang malam pada 25-26 September. Penampakan galaksi yang diberi nama Hope World oleh fanbase BTS alias Army asal Tunisia dapat dilihat pukul 19.18 WIB sampai 04.14 WIB. Sayangnya, galaksi tersebut hanya dapat dilihat melalui teleskop.

25 September: Bulan Baru

Pada momen ini, bulan tidak akan terlihat di langit malam. Malam yang gelap gulita ini dapat menjadi momen yang tepat bagi fotografer yang ingin memotret objek langit seperti galaksi dan gugusan bintang. Pasalnya, tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.

26 September: Jupiter di Oposisi

Pada 26 September, Jupiter akan berada pada posisi terdekatnya dengan bumi. Dengan teleskop, Anda bahkan bisa melihat beberapa detail di pita awan Jupiter. Melalui teleskop yang memiliki kemampuan lebih baik, Anda juga dapat melihat empat bulan terbesar Jupiter.

27 September: Puncak Hujan Meteor Sextantid Siang

Hujan Meteor Sextantid merupakan fenomena hujan meteor pada arah konstelasi Sextans. Hujan meteor ini juga disebut Daytime Sextantid karena waktu pengamatan malam hari yang singkat. Justru, fenomena ini dapat dilihat sangat lama di siang hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan pada 03.31 WIB hingga fajar.

27-28 September: Gugus Bola 47-Tuc Dapat Diamati Sepanjang Malam

Gugus bintang bola 47 Tucanae atau 47-Tuc merupakan gugus bola paling terang kedua setelah Omega Centauri dalam pandangan dari planet bumi. Meski menjadi gugus bola yang sangat terang, Anda tetap membutuhkan binokuler berukuran 6x30 untuk bisa menyaksikan gugus bola ini yang muncul pada 20.27-03.07 WIB.



Simak Video "4 Fenomena Astronomi Awal Oktober, Ada Hujan Meteor!"
[Gambas:Video 20detik]
(tey/tey)