UnpadSF Sebut Kasus Penembakan Kucing di Sesko TNI Brutal dan Barbar

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 18 Agu 2022 15:27 WIB
Rumah Sahabat Kocheng (RSK) di Giripeni, Wates, Kulon Progo didirikan oleh aktivis penyelamat kucing, Budiyana (41). Membangun rumah bagi para kucing merupakan mimpi almarhum istrinya yang sudah meninggal 13 tahun yang lalu.
Foto: Ilustrasi (PIUS ERLANGGA).
Bandung -

Warganet dihebohkan dengan temuan sejumlah bangkai kucing yang tergelak dengan kondisi mengenaskan di area Sesko TNI Kota Bandung. Diduga kucing-kucing malang itu mati ditembak.

Merespons hal itu, Komunitas Unpad Street Feeding Animal Friend (UnpadSF) mengaku sangat prihatin. Komunitas yang peduli terhadap nasib kucing jalanan ini menyebut aksi penembakan itu brutal dan barbar.

"Saya dan UnpadSF sangat prihatin akan kejadian ini. Penembakan ini brutal dan barbar," kata Lazuardyas Zhafran Ligardi, pendiri UnpadSF, saat dihubungi detikJabar, Kamis (18/8/2022).


Zhafran mengungkapkan kasus penembakan kucing itu sangat mencederai semangat dari para pecinta kucing, termasuk komunitas UnpadSF yang konsen akan kesejahteraan dan keselamatan hewan liar.

"Kesejahteraan hewan jalanan adalah usaha kolektif yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Kejadian ini benar-benar mencederai semangat kami semua," ujarnya.

Pelaku penembakan kucing-kucing di area Sesko TNI Bandung itu akhirnya terungkap. Pelaku ternyata perwira tinggi TNI berpangkat Brigjen. Mabes TNI mengumumkan inisial pelaku yaitu NA.

Dikutip dari detikNews, penembakan kucing di Sesko TNI, Jalan Martanegara, Kota Bandung, itu berlangsung pada Selasa (16/8). Panglima Jenderal Andika Perkasa menyoroti kejadian itu dan meminta timnya untuk mengusut.

Zhafran pun meminta agar pelaku ajrus dihukum karena mencoreng kedekatan TNI dengan masyarakat. Menurutnya prajurit TNI seharusnya mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Siapapun oknum pelakunya harus dihukum karena telah mencoreng kedekatan TNI dengan masyarakat. TNI wajib menyelidiki kasus ini sampai tuntas karena ada di wilayah mereka," tegasnya.

"Keberadaan prajurit TNI selayaknya mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat di sekitarnya, bukan sebaliknya. Penembakan ini adalah manifestasi dari sikap arogan yang tidak boleh ditiru siapapun," ucap Zhafran.

Lihat Video: Komisi I Minta TNI Tindak Tegas Brigjen NA Penembak Mati Kucing

[Gambas:Video 20detik]




(bba/mso)