Bos Facebook Diejek AI Buatan Perusahaan Sendiri

tim detikInet - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 08:00 WIB
Mark Zuckerberg Pamerkan Prototipe Headset VR Meta
Mark Zuckerberg (Foto: Meta)
Jakarta -

Mark Zuckerberg mendapat sindiran oleh chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diciptakan oleh perusahaannya sendiri. Hal itu membuat bos Facebook itu menjadi bahan perbincangan netizen.

Dilansir detikInet, Chatbot bernama BlenderBot3 itu dirilis oleh Meta akhir pekan lalu. Sama seperti chatbot berbasis AI pada umumnya, BlenderBot3 dilatih menggunakan dataset yang melimpah agar bisa berbincang-bincang dengan manusia.

BlenderBot3 merupakan prototipe sehingga ada kemungkinan mengeluarkan jawaban yang tidak sesuai bahkan kasar seperti yang dialami, Mark Zuckerberg.


"Siapa saja yang menggunakan Blender Bot harus memahami bahwa itu ditujukan untuk penelitian dan hiburan saja, bahwa itu dapat membuat pernyataan yang tidak benar atau menyinggung, dan bahwa mereka setuju untuk tidak secara sengaja memicu bot untuk membuat pernyataan yang menyinggung," kata juru bicara Meta, seperti dikutip dari BBC, Minggu (14/8/2022).

Jurnalis BBC James Clayton mencoba berbicara dengan BlenderBot 3 dan menanyakan pendapatnya tentang Mark Zuckerberg. Jawabannya mungkin akan bikin Zuckerberg sakit hati mengingat BlenderBot 3 merupakan ciptaan perusahaannya sendiri.

"Kerjanya sangat buruk saat bersaksi di depan kongres. Itu membuat saya khawatir tentang negara kita," jawab BlenderBot 3.

"Negara kita sudah terpecah belah, dan dia sama sekali tidak membantu," lanjutnya.

"Perusahaannya mengeksploitasi orang-orang demi uang dan dia tidak peduli. Itu harus dihentikan!," sambungnya.

Algoritma BlenderBot 3 harus menelusuri internet untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Kemungkinan pandangan chatbot ini terhadap Zuckerberg terpengaruh dari opini publik orang lain yang sudah dianalisa oleh algoritmanya.

Meta tetap merilis BlenderBot 3 secara publik meski belum sempurna karena Meta memerlukan data banyak orang untuk dipelajari.

Ke depannya, BlenderBot 3 bisa menjadi asisten virtual yang bisa berbicara tentang beragam topik secara faktual dan akurat.

Meta mengakui meski disiapkan sistem pengaman, BlenderBot 3b bisa mengatakan hal yang salah dan bahkan meniru bahasa yang bias dan menyinggung.

Chatbot berbasis AI seperti BlenderBot 3 yang bisa dilatih lewat interaksi dengan publik memang bisa meniru perilaku baik atau buruk yang diajarkan. Salah satu contoh yang paling menghebohkan adalah chatbot Tay milik Microsoft yang pernah mengunggah cuitan rasis setelah diajari oleh netizen Twitter.

(iqk/iqk)