Kesaksian Warga Sukabumi Nyaris Jadi Korban Kecelakaan Maut di Cianjur

Siti Fatimah - detikJabar
Minggu, 14 Agu 2022 20:17 WIB
Kecelakaan di Jalur Tengkorak Bangbayang, Cianjur.
Foto: Kecelakaan maut di Cianjur (Istimewa).
Sukabumi -

Kecelakaan maut yang menewaskan 6 orang terjadi di 'jalur tengkorak,' tepatnya di Bangbayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Salah satu warga Caringin, Kabupaten Sukabumi, Komarudin (33) menjadi saksi kecelakaan tersebut bahkan nyaris menjadi korban.

Mulanya, Komarudin bersama anaknya dalam perjalanan dari Sukabumi menuju Cianjur. Tepat di pertigaan simpang jalan arah Gunung Padang, ia memutuskan untuk berhenti di tempat pangkas rambut langganannya.


"Jadi begini sebelum kejadian terjadi tabrakan beruntun itu saya dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Pas pertigaan simpang mau ke Gunung Padang, saya mampir sebelah kiri ada tempat cukur rambut, sudah biasa saya langganan di situ," kata Komarudin saat dihubungi detikJabar, Minggu (14/8/2022).

Motor yang ia kendarai bersama anaknya itu diparkir di depan barber shop. Tanpa berpikir panjang, keduanya masuk ke dalam ruangan. Berselang beberapa menit, kata dia, kecelakaan itu pun terjadi.

"Saya masuk ke ruangan, anak saya nunggu di belakang saya. Saya langsung ke tempat duduk cukur pas begitu mau dicukur selang beberapa menit langsung kejadian," ujarnya.

Seketika suasana depan tempat pangkas rambut itu berubah. Komarudin melihat truk muatan tepung lepas kendali dan menabrak kendaraan di depannya.

"Saya ke luar ternyata sudah pada berantakan di depan, yang saya tahu sekilas itu mobil truk warna kuning yang bawa muatan tepung dari arah Sukabumi ke Cianjur lepas kendali, rem blong menabrak depannya mobil kijang. Lawan arah truk angkel, sebelah kiri menghantam 3 pohon besar mahoni, tepat di depan pangkas rambut," jelasnya dengan suara setengah terengah-engah.

Dia menuturkan, keadaan di luar chaos dan sopir truk sempat melambaikan tangan dari dalam mobil untuk meminta pertolongan. Sayangnya, Komarudin tak bisa ke luar toko pangkas rambut karena akses ke luar terhalang timpaan lain.

"Saya pas keluar itu sudah pada histeris. Sopir truk minta tolong lambaikan tangan dari dalam mobil ringsek. Saya nggak bisa samperin karena rolling door pangkas rambut ketutup sama pohon tumbang sama tiang listrik, lampu jalan, dan kabel telepon semua menutup saya mau ke luar," ungkapnya.

Secara tidak langsung, reruntuhan pohon dan lainnya itu menjadi wasilah keselamatan Komarudin dan sang anak. Dia bilang, tak ada satu barang pun yang mengenai mereka berdua.

"Tapi untungnya bangunan yang saya masuki tidak sama sekali ada serpihan atau apa yang masuk, hanya depannya saja, tapi kiri kanan bangunan rukonya hancur sebagian. Alhamdulillah kalau pangkas rambut itu tidak ada masuk serpihan atau bongkahan batu bata," sambung dia.

Sementara itu, kerugian yang ia alami hanya motor yang diparkir depan toko pangkas rambut. Motor yang ia gunakan mengalami kerusakan sebesar 30 persen di bagian belakang.

"Kalau untuk motor yang saya kendarai tertimpa pohon besar, kerusakan motor kisaran 30 persen bagian belakang, ban sama cover pecah," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di 'Jalur Tengkorak' Kabupaten Cianjur. Enam orang tewas dalam kejadian tersebut.

Seorang saksi mata Lili (38) mengatakan kecelakaan tersebut berawal ketika sebuah truk bermuatan terigu melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur.

Namun tiba-tiba mobil hilang kendali dan menabrak truk dan minibus di depannya.

"Setelah menabrak mobil di depannya. Truk itu juga menabrak sejumlah kendaraan lainnya dan beberapa pohon juga rumah di pinggir jalan. Benturannya terdengar cukup kencang," katanya, Minggu (14/8/2022).

Lihat juga video 'Momen 8 Jenazah Korban Kecelakaan Maut di Ciamis Dimakamkan di Majalengka':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)