Ayah Bawa Anak Tabrakkan Diri ke Kereta di Bandung!

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 16:16 WIB
Close-up of a hand holding a mobile phone. Pieces of glass on the street
Ilustrasi kecelakaan (Foto: iStock)
Bandung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang ayah dengan inisial AS (32) dan anaknya tewas di Kampung Ciherang, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (11/8/2022). Keduanya terkapar tewas setelah tersambar Kereta Api Turangga jurusan Surabaya-Bandung.

Kapolsek Rancaekek Kompol Nanang Heru membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar 05.15 WIB. Kata dia, kedua orang tersebut langsung meninggal dunia di tempat kejadian.


"Telah terjadi kecelakaan seorang laki-laki dan anak kecil yang tertabrak Kereta Api Turangga jurusan Surabaya - Bandung," ujar Nanang, saat dikonfirmasi.

Nanang mengungkapkan pada saat kejadian palang pintu telah dilakukan penutupan. Bahkan di perlintasan tersebut terdapat petugas yang tengah berjaga.

"Sekira jam 06:15 WIB saksi Ason sudah menutup palang pintu perlintasan tersebut, namun tiba tiba ada seorang laki laki (AS) bersama anak kecil memarkirkan motor Honda Vario Putih pinggir jalan," katanya.

Setelah itu, Nanang menjelaskan laki laki tersebut (AS) berjalan ke tengah rel KA. Di waktu yang bersamaan kereta api datang dari arah Timur.

"Laki laki tersebut turun dan membawa anaknya untuk kemudian berjalan ke tengah rel KA yang pada saat itu dari arah timur sedang melintas KA Turangga, sehingga kedua korban tertabrak dan meninggal di tempat," ucapnya.

Dia menambahkan pihak kepolisian langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan evakuasi korban. Setelah itu korban langsung dibawa keluarganya untuk dikebumikan.

"Dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut adalah takdir dari Allah SWT. Kemudian dengan di buatkan surat pernyataan oleh pihak polsek Rancaekek dan ditandatangani oleh pihak keluarga," pungkasnya.

(yum/yum)