8 Tokoh Publik dan Pahlawan Indonesia Jadi Nama Jalan di Luar Negeri

Cornelis Jonathan Sopamena - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 13:49 WIB
Pahlawan dan tokoh Indonesia yang jadi nama jalan di luar negeri.
Pahlawan dan tokoh Indonesia yang jadi nama jalan di luar negeri. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Pahlawan Indonesia ternyata bukan hanya dihargai di dalam negeri namun juga di luar negeri. Bahkan ada sejumlah pahlawan yang diabadikan nama jalan di negara lain.

Siapa saja nama pahlawan Indonesia tersebut dan di negara mana terdapat jalan yang dinamai nama mereka?

Berikut 8 tokoh Indonesia yang jadi nama jalan di luar negeri.


1. Soekarno, Maroko

Ternyata, jasa Bung Karno tidak hanya sebatas untuk perjuangan Bangsa Indonesia, tetapi juga merambah ke negara lain. Bahkan, nama Soekarno menjadi nama jalan Rue Soekarno di Kota Rabat, Maroko.

Soekarno merupakan tokoh besar yang mendorong Konferensi Asia Afrika pada 1955 dan mendukung kemerdekaan Maroko. Merasa berhutang budi, Maroko pun menjadikan nama Soekarno sebagai nama jalan. Bahkan, hingga kini WNI pun dapat berkunjung ke Maroko tanpa visa selama periode waktu 90 hari.

Rue Soekarno di Maroko yang memiliki panjang 237 meter ini juga berlokasi strategis. Pasalnya, jalan tersebut berada di dekat Gedung Parlemen Maroko.

2. Mohammad Hatta, Belanda

Di salah satu sudut kota Haarlem, Belanda, terdapat suatu daerah yang seluruh ruas jalannya menggunakan nama pahlawan Indonesia, salah satunya adalah Mohammed Hattastraat. Berkat kejeniusannya, Hatta menjadi tangan kanan Soekarno dalam memerdekakan bangsa dan memimpin bangsa dalam beberapa tahun setelah merdeka.

Mohammed Hattastraat yang memiliki panjang jalan sekitar 108 meter berlokasi tidak jauh dari IKEA Haarlem, cukup sekitar 1,2 km saja.

3. Raden Ajeng Kartini, Belanda

Di Negara Kincir Angin, nama RA Kartini menjadi nama jalan di berbagai kota, seperti Amsterdam, Haarlem, Utrecht, dan Venlo. Raden Adjeng Kartinistraat di Amsterdam tersebut memiliki panjang sekitar 193 meter dan berlokasi dekat markas tim sepak bola Ajax dan tim nasional Belanda, Johan Cruijff Arena.


4. Sutan Sjahrir, Belanda

Pahlawan Indonesia lainnya yang namanya juga digunakan di beberapa ruas jalan di Belanda adalah Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama. Dirinya juga pendiri Partai Sosialis Indonesia pada 1948.

Nama Sutan Sjahrir digunakan sebagai nama jalan di Leiden dan Haarlem. Sjahrirstraat di Kota Leiden tersebut memiliki panjang jalan 130 meter dan berada di dekat museum Naturalis Biodiversity Center.

5. Pattimura, Belanda

Pattimura atau Kapitan Pattimura adalah pahlawan asal Maluku yang melawan kolonialisme Belanda yang masuk ke tanah Maluku untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. Selain itu, ia juga memimpin perjuangan rakyat untuk membebaskan wilayah Maluku dari pendudukan bangsa Belanda.

Pattimura dijadikan sebagai nama jalan di kota Wierden, Belanda. Dengan panjang sekitar 214 meter, Pattimurastraat berada hanya sekitar 1 km dari jalan raya utama yang menghubungkan nyaris satu Benua Eropa.

6. Martha Christina Tiahahu, Belanda

Pejuang wanita asal Maluku ini turut berjuang melawan tentara kolonial Belanda sejak berumur 17 tahun. Dirinya berperan dalam pertempuran di Desa Ouw, Ullath, Pulau Saparua. Kala itu, ia memberikan kobaran semangat pada Pasukan Nusa Laut untuk menghabiskan prajurit Belanda.

Namanya pun dijadikan salah satu nama jalan di Kota Wierden, Belanda, tepat disamping Pattimurastraat dengan panjang 114 meter.

7. Munir, Belanda

Munir adalah seorang aktivis dan pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) yang tidak mengenal lelah. Dirinya banyak memperjuangkan dan menangani banyak kasus, terutama yang berkaitan dengan pelanggaran HAM.

Munirpad merupakan sebuah jalan kecil yang terletak di Kota Den Haag, Belanda. Jalan yang memiliki panjang 436 meter tersebut berada di tengah "t'Kleine Hout" atau hutan kecil kota Den Haag.

8. Joko Widodo, Uni Emirat Arab

Meski masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, nama Jokowi sudah dinobatkan untuk menjadi nama salah satu ruas jalan di Abu Dhabi. Penamaan tersebut diberikan oleh Uni Emirat Arab yang menghormati konsistensi Indonesia dalam menjalin hubungan bilateral yang baik antara kedua negara.

President Joko Widodo Street di Al Rawdah, Abu Dhabi tersebut memiliki panjang 1,64 km. Di sepanjang jalan ini, terdapat berbagai kedutaan asing dan Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC).

(tey/tey)