Banyak Kasus Cerai, Wagub Jabar: Jangan Mudah Ucap Talak!

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 19:00 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar)
Garut -

Angka perceraian di Jabar meningkat dalam tiga tahun terakhir. Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum ingatkan agar pasangan suami istri (pasutri) tak mudah emosi hingga mengucap kata talak ataupun cerai.

"Kita tahu, talak itu memang halal. Tapi, dibenci Allah. Jangan gampang (talak), terutama laki-laki. Karena yang punya talak kan laki-laki. Jangan nafsu dan emosi, sehingga mudah menyebut talak," kata Uu kepada detikJabar di Garut, Rabu (10/8/2022).

Uu menjelaskan kasus perceraian di Jabar menjadi tanggung jawab bersama. Ia berharap masyarakat introspeksi. Sebagai pasutri, lanjut Uu, kunci hidup bersama adalah saling menghormati dan menghargai.


"Jangan sampai alasannya karena COVID-19, karena ekonomi dan lainnya dijadikan kambing hitam perceraian," kata Uu.

Mantan Bupati Tasikmalaya itu menginginkan agara pengadilan agama dan keluarga lebih mengedepankan musyawarah ketimbang perceraian. Uu menginginkan agara adanya peran keluarga pasutri dalam membantu meminimalisir perceraian.

Sebelumnya, angka kasus perceraian di Jabar selama tiga tahun terakhir alam peningkatan. Sepanjang 2022 ini, kasus perceraian di Jabar mencapai 67.108.Dikutip dari situs resmi Pengadilan Tinggi Agama Jabar. Atau PTA Bandung, hingga saat ini total kasus cerai gugat mencapai 50.606. Sementara itu, kasus cerai talak mencapai 16.502. Jika ditotal mencapai 67.108 kasus.

Sedangkan, pada tahun 2021, dikutip Badan Pusat Statistik (BPS), dari 98.088 kasus perceraian itu. 26.677 kasus perceraian merupakan cerai talak. Selebihnya, istri yang mengajukan gugatan perceraian.

Jumlah perceraian tahun 2021 meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2020, perceraian di Jabar mencapai 37.503 kasus. Kasusnya pun sama, mayoritas istri yang mengajukan gugatan perceraian, yakni sebanyak 26.677. Selebihnya, suami yang mengajukan talak.



Simak Video "Eks Menkes RI Bicara Rumitnya Penanganan HIV"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/dir)