46 Desa di Wilayah Terluar Bandung Barat Masih Blank Spot Internet

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 09 Agu 2022 11:58 WIB
Ilustrasi koneksi internet
Foto: Ilustrasi koneksi internet (dok. Biznet).
Bandung Barat -

Sebanyak 46 desa yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum terkoneksi dengan jaringan internet alias blank spot.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Bandung Barat Siti Aminah Anshoriah mengatakan 46 desa tersebut mayoritas berada di daerah selatan dan merupakan wilayah terluar Bandung Barat.

"Jadi catatan tahun lalu itu ada 46 desa masuk wilayah blank spot. Itu wilayah terluar, tahun ini kita tangani," ujar Aminah kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).


Aminah mengatakan 46 desa tersebut hingga tahun lalu sama sekali belum mendapatkan koneksi internet. Masyarakat yang hendak mengakses internet terpaksa datang ke tempat-tempat yang menerima jaringan.

"Kalau yang 46 desa itu memang nggak ada internet banget, jadi harus turun dulu. Misalnya itu ke kantor desa yang sebelumnya memang sudah ada internetnya," kata Aminah.

Aminah menyebut faktor yang menyebabkan masih ada desa di Bandung Barat yang masuk kategori blank spot karena kondisi geografis daerahnya yang berbukit.

"Jadi faktornya memang karena kondisi geografis wilayah, berbukit jadi agak sulit untuk memasang jaringan. Apalagi daerah itu memang terluar di KBB," tutur Aminah.

Untuk mengentaskan masalah itu, Aminah mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Telkom untuk menyediakan jaringan internet di 46 desa terluar di Bandung Barat itu.

"Untuk sementara kita baru menarik jaringan untuk 46 desa itu. Kita kerjasama dengan Telkom menyediakan WiFi fabric di 113 titik tersebar di 46 desa tadi. Artinya tahun ini sudah selesai blank spot di KBB. Mudah-mudahan ke depannya bisa menambah lagi," ujar Aminah.

Setiap tahun pihaknya mengeluarkan anggaran hingga Rp 2,9 miliar untuk membayar tagihan penggunaan internet se-Kabupaten Bandung Barat.

"Anggaran pertahun untuk internet se-KBB itu Rp 2,9 M. Sebetulnya enggak banyak buat KBB yang daerahnya cukup luas. Mulai dari kantor dinas-dinas, kantor desa, puskesmas, objek wisata dikelola desa, sampai alun-alun desa," ujar Aminah.

(mso/mso)