Kabar Internasional

44 Warga Palestina Tewas Akibat Gempuran Israel di Gaza

Tim detikNews - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 15:28 WIB
Palestinians evacuate a boy following an Israeli air strike on a house, amid Israel-Gaza fighting, in the northern Gaza Strip August 7, 2022. REUTERS/Mohammed Salem
Isak Tangis Warga Gaza Korban Serangan Israel (Foto: REUTERS/MOHAMMED SALEM)
Bandung -

Sedikitnya 44 warga Palestina, termasuk anak-anak tewas di tengah operasi militer Israel yang membidik Jihad Islam Palestina sejak Jumat (5/8/2022).

Dikutip detikNews dari AFP Senin (8/8/2022), pertempuran sengit terjadi telah berhari-hari terjadi antara Palestina dan Israel. Meski ada pembicaraan damai tentang gencatan senjata.

Kementerian daerah kantong Palestina melaporkan, sejak operasi militer Israel yang menargetkan posisi Jihad Islam dimulai pada hari Jumat, total 44 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 15 anak-anak dan empat wanita. Sedangkan 311 orang lainnya terluka di seluruh Gaza.


Tragedi ini merupakan yang terburuk di Gaza sejak perang berkecamuk tahun lalu. Ketika itu, wilayah yang dihuni 2,3 juta warga Palestina hancur, sedangkan banyak warga Israel yang mencari perlindungan.

Israel mengatakan perlu adanya operasi "pendahuluan" terhadap Jihad Islam. Sebab, kelompok itu telah merencanakan serangan yang akan segera terjadi setelah beberapa hari ketegangan di sepanjang perbatasan dengan Gaza.

Tambahan informasi, Jihad Islam bersekutu dengan Hamas tetapi sering bertindak secara independen. Keduanya dicap sebagai organisasi teroris oleh sebagian besar Barat.

Gencatan Senjata

Gencatan senjata antara Israel, dan Jihad Islam Palestina disepakati pada Minggu malam. Namun, sebelum dan setelah waktu gencatan senjata, saling berbalas serang terjadi.

Dilansir dari Kantor Berita AFP, Senin (8/8/2022), gencatan senjata secara resmi dimulai pada pukul 23.30 malam (20.30 GMT). Gencatan bertujuan untuk membendung pertempuran terburuk di Gaza sejak perang 11 hari tahun lalu yang menghancurkan wilayah pesisir Palestina.

Tetapi, serangkaian serangan dan serangan roket terjadi menjelang gencatan senjata. Sirene berbunyi di Israel selatan beberapa saat sebelum dan sesudah batas waktu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim tiga menit setelah gencatan senjata dimulai, tentara Israel mengatakan bahwa "sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan ke wilayah Israel, (militer) saat ini menyerang berbagai sasaran" milik Jihad Islam di Gaza.

Dalam pernyataan berikutnya, tentara mengatakan serangan "terakhir" terjadi pada pukul 11:25 malam.

Gencatan senjata yang ditengahi Mesir yang diharapkan dapat mengakhiri tiga hari konflik intens di Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 44 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak.

Israel Buru Jihad Islam Palestina

Diketahui, Hamas telah berperang empat kali dengan Israel sejak merebut kendali Gaza pada 2007, termasuk konflik Mei lalu.

Jihad Islam, sebuah kelompok Islam yang didukung Iran, memiliki kehadiran yang kuat di Gaza dan Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel sejak 1967.

Israel bersikeras bahwa Jihad Islam di Gaza berencana untuk menyerang Israel selatan sebagai pembalasan atas penangkapan Saadi. Israel pun melakukan operasi yang disebut oleh militer Israel sebagai serangan "pre-emptive".

Perdana Menteri Israel Yair Lapid menekankan bahwa pemerintahannya tidak akan mengizinkan organisasi teroris mengancam negaranya.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/yum)