Viral Puting Beliung Terjang Lapangan Sepakbola di Lembang

Whisnu Pradana - detikJabar
Minggu, 07 Agu 2022 22:30 WIB
Warga berhamburan jauhi terjangan angin puting beliung di Lembang
Foto: Warga berhamburan jauhi terjangan angin puting beliung di Lembang (tangkapan layar video viral).
Bandung Barat -

Media sosial dihebohkan dengan video yang menunjukkan fenomena angin puting beliung sedang menari-nari di sebuah lapangan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Fenomena puting beliung itu terjadi pada Minggu (7/8/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan informasi, fenomena alam itu terjadi Lapangan Bentang, Lembang.

Terlihat dalam rekaman video berdurasi 24 detik sejumlah orang dewasa mengenakan baju sepakbola dan anak-anak berlarian menjauhi putaran angin yang meniup benda-benda di sekelilingnya.


Camat Lembang Herman Permadi mengatakan pihaknya menerima laporan dari perangkat desa setempat terkait fenomena tersebut.

"Hasil konfirmasi ke petugas di Desa Lembang, terkait peristiwa angin puyuh (puting beliung) itu hanya fenomena alam yang terjadi di Lapangan Bentang saja," ungkap Herman saat dihubungi detikjabar.

Ia memastikan tak ada korban jiwa akibat fenomena alam tersebut. Sebab saat angin puting beliung itu muncul baik orang-orang yang sedang bermain bola maupun anak-anak yang menonton pertandingan langsung mengevakuasi diri.

"Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan lainnya, termasuk di lingkungan pemukiman warga," ujar Herman.

Hasil Analisis BMKG

Sementara itu dari hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengatakan fenomena angin puting beliung yang terjadi di Lembang dan viral di media sosial merupakan hal yang biasa.

"Kejadian angin seperti demikian (di Lembang), biasa disebut dengan Dust Devil. Penyebab utama Dust Devil adalah fenomena lain yang dinamakan microburst," kata Forcaster BMKG Bandung Yan Firdaus.

Kondisi ini disebabkan tumbuhnya pusat tekanan rendah secara mikro dan adanya perbedaan temperatur mencolok. Data pengamatan Lembang mencatat perbedaan temperatur wilayah Lembang mencapai 8,5 derajat celcius (suhu minimum 15,9 derajat celcius, suhu maksimum 24,4 derajat celcius) dengan angin maksimum mencapai 11 km/jam.

"Kondisi cuaca pada saat kejadian terpantau cerah hingga cerah berawan atau banyak menerima energi thermal matahari sampai di permukaan bumi," kata Yan.

Ia mengatakan Dust Devil di Indonesia biasanya tidak berbahaya namun demikian masih bisa berpotensi mengangkut benda keras di sekitar lokasi kejadian.

"Oleh sebab itu bagi masyarakat apabila ada kejadian serupa diharapkan segera menjauhi angin dan arah pergerakannya untuk meminimalisir resiko yang mungkin terjadi," tutur Yan.

(mso/mso)