Angkot di Cimahi Ditindak Usai Pakai Pelat Nomor 'Aspal'

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 14:04 WIB
Angkot saat ditindak di Cimahi
Angkot saat ditindak di Cimahi (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Sejumlah kendaraan angkutan umum dan angkutan barang terjaring operasi di Cimahi. Mereka ditindak lantaran menggunakan pelat nomor asli tapi palsu (aspal).

Mereka terjaring operasi oleh petugas gabungan di Jalan Cilember, Kota Cimahi pada Kamis (4/8/2022). Kendaraan tersebut melaju dari arah Bandung menuju ke Cimahi.

Kendaraan angkutan orang dan barang itu kedapatan melanggar hingga ditindak karena tak melengkapi surat kendaraan seperti STNK hingga izin trayek yang tak diperpanjang.


Salah satunya angkutan umum atau angkutan kota (angkot) jurusan Stasiun Halte-Cimahi yang ditindak petugas gabungan karena plat nomor kendaraannya dibuat sendiri.

"Iya sudah habis batas tahun di plat nomor mobilnya, akhirnya saya ubah sendiri ke tukang plat nomor," ungkap Apit Ropidin, pengemudi angkot kepada wartawan.

Apit mengatakan ia terpaksa melakukan hal itu karena tak mampu membayar pajak kendaraan yang sudah habis sejak tahun 2020. Pendapatannya menurun drastis karena selama 2 tahun terdampak pandemi COVID-19.

"Iya karena COVID-19 penumpangnya sedikit, jadi penghasilannyajuga menurun. Enggak bisa bayar pajak mobil karena buat kebutuhan sehari-hari uangnya," ucap Apit.

Sementara itu Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi Ranto Sitanggang mengatakan angkot yang terjaring operasi gabungan itu karena menggunakan plat nomor yang asli tapi palsu.

"Itu plat nomornya asli, tapi palsu. Jadi dia ketok sendiri masa berlaku kendaraannya sampai 2024, padahal dari 2020 itu sudah habis. Dia tidak bayar pajak alasannya penghasilan sedikit," ucap Ranto.

Ranto mengatakan pihaknya langsung memberikan sanksi administrasi terhadap pengemudi angkutan umum tersebut karena terbukti melakukan pelanggaran dengan mengelabui petugas.

"Kita berikan sanksi administrasi sekaligus edukasi. Karena memang yang dilakukan itu murni pelanggaran. Untuk kendaraannya tidak kita kandangkan," kata Ranto.

Ranto menyebut lebih dari 40 kendaraan terjaring operasi gabungan tersebut. Selain yang tak membawa surat kendaraan, kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga diberhentikan.

"Ada juga kendaraan ODOL. Kita juga periksa surat-surat berkendaranya. Kita berikan sanksi administrasi dan penilangan," tutur Ranto.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)