Duh! Celana Dalam Bertebaran di Gunung Gede Pangrango

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 03 Agu 2022 14:23 WIB
Relawan bersihkan sampah di Gunung Gede Pangrango
Relawan bersihkan sampah di Gunung Gede Pangrango (Foto: istimewa)
Cianjur -

Fenomena celana dalam berserakan ternyata tidak hanya terjadi di Gunung Sanggabuana, di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango ternyata juga kerap ditemukan celana dalam yang diduga dibuang oknum pendaki.

Niko Rastagil, salah seorang Volunteer Gunung Gede Pangrango, mengungkapkan setiap menggelar operasi bersih-bersih para volunteer dan relawan tidak hanya mengangkut sampah pendaki namun juga kerap menemukan celana dalam.

"Saat kegiatan opsis rutin atau yang digelar saat pendakian ditutup, relawan pasti menemukan celana dalam yang dibuang pendaki yang tidak bertanggung jawab," ujar dia, Rabu (3/8/2022).


Menurutnya celana dalam yang ditemukan memang tidak banyak, namun tetap menimbulkan pemandangan yang tidak mengenakan bagi pendaki lainnya.

"Sekali opsih itu bisa 10 celana dalam hingga belasan celana dalam. Tidak banyak tapi tetap saja sampah dan membuat pemandangan tidak nyaman, karena saat mendaki tiba-tiba jadi terlihat celana dalam yang dibuang sembarangan," kata dia.

Niko mengatakan celana dalam pria ataupun perempuan itu banyak ditemukan di jalur pendakian.

"Ada juga yang di sekitaran alun-alun Suryakencana, tapi di pinggirannya tidak di kawasan inti alun-alun. Kalau banyaknya biasanya ditemukan di jalur pendakian," kata dia.

Dia menegaskan jika tindakan membuat celana dalam tersebut tidak dibenarkan, sebab barang apapun yang dibawa pendaki seharusnya dibawa pulang kembali.

"Mau itu sampah plastik, apalagi pakaian harusnya dibawa lagi. Apalagi kan ini celana dalam, jadi pemandangan yang kurang bagus. Apapun alasannya, harusnya dibawa pulang jangan dibuang sembarangan," kata dia.

Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Agus Deni, mengaku kurang mengetahui terkait adanya celana dalam yang kerap ditemukan di jalur pendakian.

Namun menurutnya hal tersebut merupakan salah satu perilaku yang kurang baik dari oknuk pendaki.

"Itu ulah oknum saja, tidak banyak. Yang jelas kita selalu imbau untuk tidak membuang spah apapun di kawasan Gunung Gede Pangrango," pungkasnya.

(yum/yum)