Mentan Klaim Kasus PMK di Indonesia Sudah Melandai

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Jumat, 29 Jul 2022 17:36 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Subang -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkap kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi sudah mulai melandai. Bahkan, landainya PMK diklaim sudah terjadi di 22 provinsi yang berada di Indonesia.

"PMK sudah cenderung turun kasusnya kemarin, tetapi dari sekarang ini 22 provinsi kasusnya sudah turun terus, tidak ada peningkatan kasus," ujar Mentan saat melakukan giat olah tanah, tanam dan panen tebu di Desa Pasirbungur Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (29/7/2022).

Syahrul mengatakan, sebelumnya Pemerintah Pusat sudah merencanakan akan membayar ganti rugi kepada para peternak terkhusus hewan ternak sapi yang mati akibat terjaring PMK.


"Kalau memang itu (hewan ternak) harus dipotong misalnya tidak bisa disembuhkan Pemerintah Pusat mempersiapkan pergantian Rp 10 juta per ekor," ungkapnya.

"Itu cukup besar apalagi memang dagingnya tidak bisa di makan, akan tetapi tentunya melalui protokol-protokol kesehatan," katanya.

Menurutnya pergantian uang ganti rugi untuk peternak hanya akan dilakukan untuk peternak yang hewannya terjangkit PMK dan mati saja.

"Jangan lupa kita punya 18 juta lebih hewan ternak sapi, yang terkena sekitar 200 ribu hewan itu pun angka kematiannya masih dibawah 1 persen. Oleh karena itu yang mati saja (ganti rugi), tidak berarti yang lain-lain. Apalagi kita sekarang juga lagi tingkatkan sektor peternakan," ungkapnya.

(ors/ors)