Ada 2 Hujan Meteor di Akhir Juli, Catat Jamnya dan Cara Melihatnya

Tim detikInet - detikJabar
Jumat, 22 Jul 2022 15:20 WIB
Apakah tanggal 27 Juni Hujan Meteor? Beredar informasi, akan terjadi hujan meteor Bootid pada tanggal 27 Juni 2022. Berikut ulasan selengkapnya.
Ilustrasi melihat hujan meteor (Foto: Getty Images/iStockphoto/Allexxandar)
Bandung -

Fenomena hujan meteor akan terlihat di langit malam pada akhir Juli 2022 mendatang. Hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids akan bisa disaksikan di Indonesia pada 29-31 Juli 2022.

Kita bisa melihat fenomena langka ini tanpa bantuan alat bantu apapun alias hanya dengan mata telanjang. Saat fenomena hujan meteor itu terjadi, meteor akan terlihat seperti bintang jatuh. Yakni berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Hujan meteor merupakan fenomena astronomi tahunan yang terjadi ketika sejumlah meteor tampak meluncur silih berganti dari titik tertentu di langit. Meteor sendiri sesungguhnya merupakan batuan atau debu antar-planet yang memasuki atmosfer lalu terbakar karena gesekan atmosfer.


Dilansir dari detikInet, Peneliti Utama bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids terjadi pada akhir bulan ini. Dua hujan meteor tersebut terjadi di langit selatan sehingga cocok diamati dari Indonesia.

"Hujan meteor Alpha-Capricornids ini bisa diamati pada 30 - 31 Juli 2022 mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur. Namun waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit. Hujan meteor ini berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan bumi," ungkap Thomas.

Thomas menjelaskan hujan meteor ini akan terlihat seperti bintang jatuh. Meskipun terbilang sedikit, tetapi penampakan meteor akan terlihat terang.

"Debu-debu komet yang berukuran kecil kecil memasuki atmosfer bumi lalu terbakar menampakkan seperti bintang jatuh. Walau jumlah meteornya sedikit, kadang-kadang hujan meteor ini menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar," jelasnya.

Ia pun memastikan jika hujan meteor ini tidak berbahaya sama sekali. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km.

Hujan Meteor Delta-Aquariids

Tak hanya hujan meteor Alpha-Capricornids saja yang bisa disaksikan, dalam waktu berdekatan ada juga hujan meteor Delta-Aquariids yang dapat diamati pada 29 - 30 Juli. Hujan meteor ini bisa dilihat mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur. Puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB di langit selatan.

"Hujan meteor ini menampilkan belasan meteor per jam. Debu-debu komet 96P/Machholz diduga menjadi sumber hujan meteor ini," kata Thomas.

Thomas menambahkan, gabungan dua hujan meteor di langit selatan menjadi daya tarik bagi pengamat langit di Indonesia.

Cara melihat hujan meteor

Untuk dapat menyaksikan hujan meteor ini, Thomas membagikan beberapa tips agar pemandangan dapat diamati maksimal. Apalagi fenomena astronomi ini terbilang jarang terjadi.

Pengamatan hujan meteor akan lebih menarik saat kondisi kemarau dan tanpa gangguan cahaya bulan.
Pilihlah lokasi pengamatan yang minim gangguan cahaya lampu dan medan pandang ke langit selatan tidak terganggu pohon atau bangunan.
Pengamatan meteor lebih baik tanpa alat, karena mata mempunyai medan pandang yang lebih luas.



Simak Video "2 Hujan Meteor Akan Serbu Langit Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(tey/tey)