Perbedaan Kodok Merah di Gunung Salak dan Ciremai

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Kamis, 14 Jul 2022 22:00 WIB
Kodok merah Ciremai (Leptophryne javanica) betina
Kodok merah Ciremai (Leptophryne javanica) betina (Foto: Foto: Farist Alhadi/LIPI)
Kuningan -

Tanaman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menjadi salah satu habitat Kodok Darah atau dikenal dengan nama Kodok Merah. Hewan ini juga baru-baru ini kembali ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kodok Merah di TNGC dan TNGHS memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Kodok Merah di TNGC memiliki warna yang didominasi gelap, sedangkan Kodok Merah TNGHS memiliki warna yang sama seperti namanya. Tak hanya warna tubuh, nama latin dari kedua kodok tersebut juga berbeda.

"Kodok Merah di TNGC memiliki nama latin Leptophryne Javanica, sedangkan TNGHS dengan nama lain Leptophryne cruentata," kata Kepala balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Teguh Setiawan, Kamis (14/7/2022).


Meski berada warna yang didominasi, kedua kodok tersebut sama-sama memiliki bercak kuning tersebar diseluruh diseluruh tubuhnya. Kodok Merah di TNGC hanya memiliki warna merah pada bagian bawahnya.

"Dilihat dari ciri-ciri yang ada di tubuh kodok ini sesuai dengan yang dideskripsikan oleh T. Iskandar dalam bukunya Amfibi Jawa-Bali. 'Jenis kedua terdiri dari individu-individu dengan bercak kuning tersebar diseluruh warna hitam. Bagian bawah berwarna kemerahan atau ke kuningan'," jelas dia.

"Berdasarkan deskripsi tersebut kodok yang ditemukan di aliran Cisurian ini dinamakan Kodok Merah Leptophryne cruentata," ujar dia menambahkan.

Kodok Merah di TNGC pertama kali ditemukan pada tahun 2012. Bentuk tubuh kodok ini berdasarkan morfologi ukurannya kecil dengan panjang sekitar 2-3 centimeter.

Populasi Kodok Merah di TNGC saat ini mengalami penurunan cukup drastis. Ada beberapa faktor yang jadi penyebab menurunnya populasi Kodok Merah di TNGC.

Berikut data hasil monitoring populasi Kodok Merah Ciremai yang pernah dilakukan oleh tim balai TNGC.

Tahun 2018
Curug Cisurian: 102 individu
Curug Cilutung: 272 individu
Curug Batu Nganjut: 25 individu
MA. Kopi Bojong: 24 individu

Tahun 2020
Curug Cisurian: 18 individu
Curug Cilutung: 69 individu
Curug Batu Nganjut: 7 individu
MA. Kopi Bojong: 17 individu
MA. Ciinjuk: 21 individu
MA. Cadas Belang: 21 individu

Tahun 2022
Curug Cisurian: 17 individu
Curug Cilutung: 23 individu
MA. Ciinjuk: 46 individu
MA. Kopi Bojong: 13 individu

Sementara, kegiatan monitoring populasi Kodok Merah Ciremai dalam satu tahun dilakukan tiga kali. Pada tahun 2022 baru dilakukan satu kali, dari tiga kali monitoring.



Simak Video "Momen Saat Ratu Rimba Gunung Ciremai Dilepasliarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)