Terbanyak se-Indonesia, Polres Karawang Rekam 44 Ribu Sidik Jari per Tahun

Yuda Febrian Silitonga - detikJabar
Rabu, 13 Jul 2022 19:30 WIB
Perekaman sidik jari untuk SKCK di Polres Karawang
Perekaman sidik jari untuk SKCK di Polres Karawang (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikJabar)
Karawang -

Kepolisian Resor (Polres) Karawang menjadi kepolisian yang melakukan perekaman sidik jari terbanyak se-Indonesia dalam pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Kapolres AKBP Aldi Subartono mengatakan, penginputan data digitalisasi perekaman sidik jari Polres Karawang terbanyak se-Indonesia dan meraih penghargaan dari Kabareskrim Polri.

"Polres Karawang menduduki peringkat pertama dalam penginputan data digitalisasi perekaman sidik jari dalam pembuatan SKCK. Selanjutnya peringkat kedua diperoleh oleh Polres Kampar dan disusul Polres Sleman pada peringkat tiga," kata Aldi saat ditemui di Mapolres Karawang, Rabu (13/7/2022).


Dijelaskannya, input data digitalisasi AK-23 (perekaman sidik jari) terintegrasi dengan Disdukcapil Pemkab sesuai data e-KTP.

"Merekam sidik jari merupakan salah satu syarat dalam pembuatan SKCK. Jika kita perhatikan, pada SKCK yang diterbitkan oleh Polres Karawang terdapat rumus sidikjari, dan itu terintegrasi dengan Disdukcatpil," ujarnya.

Lanjutnya, dalam setiap permohonan pembuatan SKCK, kepolisian akan merekam sidik jari para pemohon, selanjutnya diarsipkan sesuai data kependudukan yang bersangkutan.

"Hal ini sangat penting bagi kepolisan. Dalam beberapa kasus, sidik jari banyak membantu kami dalam melakukan pengungkapan kasus," katanya.

Bahkan katanya, ketika meninggal pun, sidik jari akan tetap ada karena kode polanya tertanam begitu dalam di bawah permukaan kulit.

"Cara ini yang digunakan Polres Karawang saat mengungkap kasus penemuan mayat tanpa identitas di berbagai wilayah," ungkapnya.

Di tempat sama, Kepala Urusan Identifikasi (Kaur Ident) Satreskrim Polres Karawang Aiptu Sutarya mengatakan ratusan pemohon membuat SKCK setiap harinya.

"Di hari biasa itu 150 lebih dan kalau misal musim lulus sekolah atau mulai lamar kerja sampai 250 lebih pemohon seharinya," katanya.

Jadi, dalam satu bulan ia menghitung ada kurang lebih 2.649 pemohon.

"Setahun itu yang memohon pembuatan SKCK itu sampai 44 ribuan lebih dan terbanyak se-Indonesia," tandasnya.

(yum/yum)