ISPA dan Diare Ancam Kesehatan Warga Bandung di Musim Pancaroba

ISPA dan Diare Ancam Kesehatan Warga Bandung di Musim Pancaroba

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 11 Jul 2022 09:48 WIB
Ilustrasi dokter atau rumah sakit
Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrei Vasilev
Bandung -

Warga Kota Bandung harus mulai waspada terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare di musim pancaroba. Sebab di bulan Juli ini, cuaca akan cenderung menjadi kemarau basah dan menimbulkan berbagai penyakit.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Bandung dr. Intan Annisa Fatmawaty menjelaskan, penyakit ISPA di antaranya asma, flu, pilek, sinusitis, tonsilitis, faringitis, bronkitis, dan bronkiolitis. Ditambah, virus akan mudah berkembang biak suhu cuaca semakin dingin.

"Kalau suhu dingin, virus lebih cepat berkembang biak. Makanya penyakit-penyakit yang dikarenakan virus itu jadi meningkat, seperti ISPA dan diare," katanya dalam keterangan yang diterima detikJabar, Senin (11/7/2022).


Intan menerangkan, pada kondisi suhu udara turun, sistem imun manusia turut menurun. Akibatnya, pembuluh darah menyempit lantaran mempertahankan suhu di organ-organ tubuh lainnya.

"Ketika pancaroba mulai berubah jadi musim kemarau yang hangat, orang-orang sudah mulai keluar buat jalan-jalan. Dari sana penyebaran penyakit terjadi," terangnya.

Selain itu, infeksi mata merah yang disebabkan virus juga kerap terjadi saat musim pancaroba. Untuk memproteksi diri dari penyebaran virus di masa pancaroba, Intan mengimbau agar masyarakat menjaga protokol kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.

"Makanan bergizi bisa membuat kekebalan daya tahan tubuh terbentuk. Konsumsi vitamin dan minum air putih minimal 2 liter sehari. Kalau tidak ada keperluan mendesak baiknya tetap diam di rumah saja," imbaunya.



Simak Video "Polemik Oralit yang Disebut Perburuk Sakit Diare"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/dir)