Curhat Penjual Kulit Ketupat Bandung: Untung Tak Sebagus Tahun Lalu

Sudirman Wamad - detikJabar
Minggu, 10 Jul 2022 02:00 WIB
Aktivitas pedagang ketupat di Pasar Kosambi, Kota Bandung
Aktivitas pedagang ketupat di Pasar Kosambi, Kota Bandung (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar)
Bandung -

Setiap Lebaran, baik Idulfitri maupun Iduladha menjadi berkah tersendiri bagi penjual ketupat. Salah satunya penjual bungkus ketupat di Pasar Kosambi Kota Bandung.

Omzet penjualan ketupat memang fluktuatif. Tergantung kondisi. Kendati demikian, salah seorang penjual ketupat, Euis (40) mengaku bersyukur masih berkesempatan menjual ketupat.

"Kalau penjualan tergantung, kalau sepi ya enggak laku. Kalau lagi bagus, ya bagus. Kalau sekarang ya tidak terlalu rugi amat," kata Euis kepada detikJabar di Pasar Kosambi, Sabtu (9/7/2022).


Euis menjelaskan keuntungan penjualan ketupat bisa mencapai 100 persen lebih dari modal. "Kalau modalnya Rp 500 ribu, pulang bisa bawa Rp 1 juta. Ya masih dapatlah," kata Euis.

Lebih lanjut, Euis mengaku penghasilannya bisa mencapai Rp 3 juta. "Ya modalnya geda, misal Rp 1 juta. Terus penjualannya lagi bagus, bisa sampai Rp 3 juta," ucapnya.

Euis mengaku penjualan ketupat tahun ini tak sebagus sebelumnya. Tahun lalu, ia mengaku bisa menjual hingga 40 ribu ketupat. Saat ini, Euis mengaku kesulitan menjual 15 ribu ketupat.

"Kalau harga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Itu ada yang 10 biji, ada juga yang 20 biji," katanya.

Euis hanya berjualan ketupat saat momen Iduladha dan Idulfitri. Saban harinya Euis bekerja serabutan.

Senada disampaikan Asep (38). Asep mengaku penjualan ketupat tahun ini tak sebagus sebelumnya. Asep mengaku baru menjual kurang dari 1.000 ketupat.

"Tahun kemarin mah bisa lebih dari 1.000. Menurun banyak, yang minatnya jarang sekarang mah," kata Asep.

(sud/yum)