Ganjalan Ridwan Kamil Meski Disebut Capres Potensial

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 06 Jul 2022 20:30 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Bandung -

CiGMark telah merilis hasil survei terkait Pilpres 2024. Dalam survei itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disebut menjadi tokoh yang berpeluang menang jika dipasangkan sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Dalam keterangan yang diterima, survei CiGMark bertajuk Peta Dukungan Calon Presiden 2024 yang dilakukan terhadap 1.200 orang responden berusia di atas 15 tahun. Responden tersebar di 34 provinsi pada periode 9-17 Juni 2022. Hasilnya, jika Ridwan Kamil menjadi pasangan Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo, maka dipastikan unggul dari pasangan lain.

Pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi mengatakan kapasitas Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar merupakan modal kompetensi yang tak terbantahkan, bahkan untuk jabatan presiden sekalipun.


"Dengan atau tanpa survei, kontribusi Ridwan Kamil bagi pasangannya mudah dibaca. Selain kapasitas, Ridwan Kamil memiliki popularitas yang bagus, dan elektabilitas yang tinggi," kata Karim Suryadi, Rabu (6/7/2022).

Karim menilai Ridwan Kamil memiliki resistensi yang rendah. Sehingga Ridwan Kamil sangat potensial untuk maju dan meraup suara.

"Jadi Ridwan Kamil adalah sosok yang paling potensial dijual dibanding gubernur lain," ucap Karim.

Karim menjelaskan kebijakan Pemprov Jabar dalam menangani pandemi COVID-19 menjadi modal atau prestasi Ridwan Kamil.

"Dalam pandangan saya, jangankan untuk wapres, bahkan untuk jabatan presiden pun Ridwan Kamil punya kapasitas. Sayangnya Ridwan Kamil tidak memiliki partai politik, dan lebih disayangkan lagi karena tiket untuk capres seperti sudah diborong oleh petinggi parpol," ungkapnya.

Karim mengatakan Ridwan Kamil memilik masalah yaitu memenangkan tiket yang digenggam parpol. Jika parpol berambisi ikut kontestasi dan memaksakan pimpinannya maju, peluang munculnya tokoh di luar struktur partai kian kecil.

"Digadang sebagai unggulan cawapres bukan karena kapasitasnya yang tidak memadai sebagi capres, tapi lebih karena keterbatasan akses pada tiket capres," ujar Karim.

Karim juga menjelaskan dalam survei CigMark, Ridwan Kamil diposisikan sebagai wakil Prabowo, dan unggul dari pasangan lainnya dengan elektabilitas 37,7 persen. Ia menilai pasangan Prabowo-Ridwan Kamil adalah tepat.

"Dalam pandangan saya, adalah perjudian politik yang berbahaya jika mereka yang tidak memiliki pengalaman menangani urusan publik maju sebagai capres atau cawapres," jelasnya.

"Sederhananya, jika calon berasal dari militer ia harus memiliki pengalaman menduduki jabatan tertinggi, setidak-tidaknya berpengalaman menangani urusan pertahanan dalam lingkup nasional. Kalau datang dari sipil, ia memiliki pengalaman menangani urusan publik setidaknya selevel provinsi," pungkasnya.

Dalam simulasi yang dilakukan CiGMark, duet Prabowo-Ridwan Kamil mampu meraih elektabilitas sebesar 40,6 persen, sedangkan pasangan Ganjar-Anies masih stagnan di 37,9 persen.

Sementara jika simulasi pasangan Ganjar-Ridwan Kamil, duet ini tercatat mampu meraih dukungan 42,7 persen. Mengungguli pasangan Prabowo-Anies yang hanya sebesar 37 persen.

Dalam survei yang sama ketika responden diberikan pertanyaan terbuka (top of mind) calon presiden, ada 5 nama yang paling menonjol, yaitu Ganjar Pranowo 14,1 persen, Prabowo Subianto 11,7 persen, Anies Baswedan 9,5 persen, Joko Widodo 4,7 persen, serta Ridwan Kamil 4,0 persen. Sementara, sebanyak 48,8 persen belum mempunyai pilihan.

Sedangkan untuk Top Of Mind Cawapres nama yang paling menonjol adalah Sandiaga Uno 7,7 persen, Ridwan Kamil 6,2 persen,serta Anies Baswedan 4,9 persen.

(sud/ors)