Belum Dapat Ganti Rugi, Korban Laka Bus Ciamis Ngadu ke Dedi Mulyadi

Yudistira Imandiar - detikJabar
Minggu, 26 Jun 2022 14:00 WIB
Warga Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis yang menjadi korban kecelakaan maut Bus Pandawa datang ke Lembur Pakuan Subang untuk menemui Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Warga Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis yang menjadi korban kecelakaan maut Bus Pandawa datang ke Lembur Pakuan Subang untuk menemui Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. Mereka meminta tolong kepada Dedi agar pihak perusahaan bus bertanggung jawab dengan memperbaiki rumah dan sejumlah kendaraan yang rusak.

Kecelakaan terjadi pada 21 Mei lalu di Tanjakan Pari yang berada di wilayah Desa Payungsari. Bus yang pulang membawa rombongan peziarah dari Situ Lengkong mengalami kecelakaan hingga menyeruduk sejumlah warga dan rumah.

Dari kejadian tersebut tiga orang warga dan satu orang penumpang bus tewas. Selain itu, kecelakaan menyebabkan tiga rumah, tiga mobil, dan dua motor rusak akibat diseruduk bus.


Para warga yang datang menceritakan rumah dan kendaraannya rusak dan belum diperbaiki. Bahkan sejumlah perabotan juga rusak dan beberapa tidak bisa lagi diperbaiki.

Kepada Desa Payungsari Aep Ramdan Hidayat menjelaskan pihaknya bersama warga sudah berusaha menyelesaikan hal tersebut secara kekeluargaan. Namun, hingga kini perusahaan bus yang diketahui berdomisili di Tangerang, Banten tersebut tidak ada tanggapan.

Aep mengatakan terakhir pihak perusahaan menjanjikan akan bertanggung jawab pada Senin lalu. Tapi, hingga saat ini tidak ada kejelasan kembali mengenai nasib rumah dan kendaraan warga yang rusak.

"Warga tidak berharap uang, tapi ingin yang rusak diperbaiki mulai dari rumah, motor, mobil dan perabot rumah yang rusak. Sampai saat ini hanya ada santunan Rp 5 juta untuk korban meninggal," kata Aep seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (26/6/2022).

"Saya sudah ke sana ke sini nggak ada tanggapan. Kita sudah bertemu juga dengan pihak perusahaan karena warga tidak meminta nominal uang hanya ingin rumah dan isinya yang rusak termasuk kendaraan untuk diperbaiki. Tapi sampai saat ini belum ada," lanjut Aep.

Aek mengatakan ika perusahaan terus tidak memenuhi tanggung jawabnya maka kasus tersebut akan dibawa ke meja hijau.

Menanggapi laporan dari warga Desa Payungsari, Dedi berharap pihak perusahaan tanggung jawab atas kerugian yang dialami warga. Menurutnya, perusahaan hanya rugi secara materil sementara warga kini hilang rumah, kendaraan hingga nyawa.

"Harapannya kepada setiap pihak bertanggung jawab pada kasus ini, harus diselesaikan. Kalau sopir sudah menjalani tanggung jawab proses hukum tapi ada banyak kerugian material yang harus diselesaikan oleh perusahaan. Mudah-mudahan semua pihak memiliki empati untuk menyelesaikan dengan baik," ungkap Dedi.

Dedi menyatakan dirinya akan menyiapkan pengacara jika nantinya warga membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"Nanti saya siapkan pengacara untuk mendampingi warga. Tapi mudah-mudahan tidak sampai ke pengadilan. Mudah-mudahan perusahaan terketuk hatinya untuk menunaikan kewajiban. Uang bisa dicari tapi nyawa tak bisa diganti," ujar Dedi.

(akd/ega)