Kabar Internasional

Mengenal 'Wabah' Penis Mengecil

detikInet - detikJabar
Sabtu, 25 Jun 2022 19:00 WIB
Upset drunk driver is caught driving under alcohol influence. Man covering his face from police car light.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/PaulBiryukov)
Jakarta -

Wabah tertawa hingga wabah menari pernah terjadi. Namun, pernah mendengar ada wabah penis mengecil?

Fenomena wabah penis mengecil ini melandang banyak negara di dunia. Bahkan, wabah ini sempat bikin khawatir Singapura dan Indonesia.

Dikutip dari detikInet, Sabtu (25/6/2022), rumor wabah penis mengecil ini bermula pada 1969. Saat itu Singapura sedang dihantam hoaks flu babi yang dapat mengecilkan penis.


Saat itu banyak pria Singapura ke rumah sakit dan berusaha menjaga agar penis mereka tidak mengecil. Caranya pun bermacam-macam, ada yang mengikat pengis dengan karet, tal, hingga dijepit dengan sumpit, sebagaimana dikutip dari Mothership.

Faktanya, mereka tidak benar-benar mengalami penis yang mengecil. Yang terjadi hanyalah kekhawatiran mereka sendiri.

Singapore Medical Association (SMA) bahkan menggelar konferensi pers. Mereka menyatakan penyebab 'Koro Disease' ini adalah rumor serta ketakutan.

Chinese Physician Association juga menginformasukankan bahwa shook yong (nama lain Koro Disease) adalah hasil dari 'ketakutan, penyebaran rumor, kondisi iklim, dan ketidakseimbangan antara jantung dan ginjal'.

Tak lama setelah SMA dan Kementerian Kesehatan Singapura membuat pengumuman, jumlah orang yang melaporkan mengalami Koro menurun tajam. Dalam sebulan, tidak ada lagi kasus Koro yang dilaporkan. Pada akhirnya, ada lebih dari 460 kasus Koro yang dilaporkan secara resmi di rumah sakit.

Sementara itu, melansir Inside Indonesia, kasus Koro pertama kali terjadi antara 1895-1935. Yang unik, selain pengobatan medis, beberapa orang Indonesia memilih pergi ke dukun 'mengobati' penis mengecil mereka yang sebenarnya hanya berupa ketakutan belaka.

Sang dukun biasanya membuat ramuan dari minyak-minyak tradisional racikan sendiri. Minyak itu kemudian dipijatkan ke kaki dan perut. Dukun sendiri menghindari pemijatan ke area penis. Untuk memijat bagian itu, pasien sendiri yang melakukannya.



Simak Video "Momen Anggota DPRD Garut Ngamuk, Gebrak Meja-Banting Mic saat Rapat"
[Gambas:Video 20detik]
(ors/ors)