Respons Pemkab Bandung soal Rumdin Sahrul Gunawan Bocor

Yuga Hassani - detikJabar
Sabtu, 25 Jun 2022 01:00 WIB
Kondisi rumah dinas Sahrul Gunawan yang bocor.
Kondisi rumah dinas Sahrul Gunawan yang bocor. (Foto: Tangkapan layar IG Sahrul Gunawan)
bandung -

Rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan bocor. Pemerintah Kabupaten Bandung menyebut kondisi serupa dialami di rumah pejabat lainnya.

"Saya baru menerima informasi itu baru tanggal 6 Juni, ini tercatat sama saya dan pada saat tanggal tersebut memang ada kejadian luar biasa. Di mana terjadi debit air hujan yang cukup tinggi yang terimbas itu bukan hanya Pak Wakil, Pak Bupati plafon turun, hampir berapa meter, terus bagian tengah juga turun. Memang Debit air cukup tinggi," ujar Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Bandung, Agus Ismail Danu Ningrat saat ditemui di kantornya, Jumat (24/6/2022).

Selain itu, Agus mengatakan rumah Sekda Kabupaten Bandung juga mengalami hal serupa. Sehingga, dia menepis adanya kondisi itu diabaikan.


"Kedua, rumah Pak Sekda, itu 15 Meter Benteng jebol, saya menerima laporan pada tanggal itu yaitu tiga rumah Dinas terdampak dari air hujan," katanya.

Agus mengatakan usai hujan deras itu, pihaknya langsung menurunkan petugas. Hal tersebut dilakukan guna melakukan verifikasi yang terdampak.

"Pada saat itu saya sudah memerintahkan petugas tenaga lapangan ada tukang atau apa, untuk melihat dan memverifikasi lapangan yang terdampak debit air yang cukup tinggi itu. Mulai dari Pak Bupati, Sekda diinventarisir, kita hitung, terakhir yang Pak Wakil Bupati," tuturnya.

"Jadi perlu saya jelaskan kasus yang Pak Wakil Bupati itu, begitu sudah mendapatkan laporan saya langsung perintah, terkait penyelesaiannya baru minggu ini baru akan kita perbaiki," kata Agus menambahkan.

Mengenai adanya kabar 3 bulan tidak direspon, Agus menyatakan penerimaan laporan hanya terjadi pada bulan Juni. Menurutnya hal tersebut langsung direspon oleh bagian umum.

"Adapun statment 3 bulan, perlu dicatat saya menerima laporannya hanya pada 6 Juni, tidak mungkin kalau saya mendapatkan laporan saya tidak respon. Apalagi beliau itu pimpinan kita, Pak Bupati, Wakil, dan Sekda itu kan bagian dari yang harus kita fasilitasi untuk memberikan pelayanan Rumah Dinas dan sebagainya," ucapnya.

Dia menambahkan permasalahan tersebut disebabkan adanya miss komunikasi. Menurutnya, kepala rumah tangga yang berada di Rumdin Wabup pun tidak melakukan secara tertulis.

"Jadi ada miss komunikasi lah, Pak Wakil mungkin lewat Kepala Rumah Tangga, sedangkan Kepala Rumah Tanggakan di bawah saya. Ya, tidak menginformasikan, akhirnya kita menganggap bahwa baik-baik aja, ternyata pas barusan wah ramai," katanya.