84 Sapi Mati Akibat Wabah PMK di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 20 Jun 2022 19:35 WIB
Petugas Dispernakan KBB Vaksinasi Sapi di Lembang
Petugas Dispernakan KBB Vaksinasi Sapi di Lembang (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Jumlah hewan ternak sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kelamin (PMK) terus bertambah selama satu bulan belakangan.

Pekan lalu jumlah sapi perah dan potong yang terpapar PMK mencapai 3.827 ekor. Sementara saat ini jumlahnya telah bertambah menjadi 4.904 ekor sapi yang tersebar di 14 kecamatan.

"Dari total kasus terbaru, sebanyak 3.609 ekor di antaranya sudah sembuh dan 84 ekor sapi mati. Selain itu ada 104 ekor sapi terpapar PMK yang harus dipotong paksa," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, Undang Husni Thamrin kepada wartawan, Senin (20/6/2022).


Undang mengatakan populasi sapi perah dan potong yang paling banyak terpapar PMK berasal dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Lembang, Parongpong, kemudian di Cisarua.

"Sebetulnya tingkat kematiannya rendah, sekitar 2 persen. Kalau untuk sapi yang dipotong paksa, tetap ada syaratnya yaitu dari segi kelayakan dan keamanan untuk dikonsumsi," ujar Undang.

Menindaklanjuti penambahan kasus tersebut, pihaknya menargetkan 30 ribu ekor sapi perah dan potong menjadi sasaran vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah PMK.

Pada tahap pertama sebanyak 1.100 ekor sapi yang ada di Desa Jayagiri, Lembang, akan divaksinasi pekan ini. Sapi yang divaksinasi merupakan sapi dalam keadaan sehat dan sama sekali belum terpapar PMK.

"Tahap pertama ini kita mendapat dosis 1.100 vaksin. Dibagi 400 untuk peternak sapi perah, 400 untuk sapi di Balai Pembibitan Lembang, lalu 300 lagi di Balai Inseminasi Buatan (BIB)," tutur Undang.

Setelah vaksinasi tahap pertama selesai Dispernakan KBB akan menyasar sapi yang masih bugar di wilayah sebaran wabah PMK. Sementara sapi yang terpapar PMK akan mendapat vaksinasi paling akhir.

"Sapi yang terpapar (PMK) dikarantina dulu sampai sembuh, kemudian kita tunggu 6 bulan sebelum bisa divaksin. Sekarang kita fokus dulu ke sapi yang sehat agar tidak terpapar PMK," kata Undang.

Upaya vaksinasi terhadap sapi perah dan potong juga jadi upaya menjaga kondisi ekonomi peternak mengingat produksi susu dari sapi perah yang terpapar PMK bisa menyusut sampai 75 persen dari produksi normal.

"Kita sedang ajukan lagi dosis vaksin ke kementerian agar semua sapi yang ada di Bandung Barat mendapat jatah, namun harus sabar karena kan bertahap," ungkap Undang.

(yum/yum)