Masih Ada yang Nakal Bikin Konten! Ini Aturan Takziah Eril di Pakuan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 12 Jun 2022 19:55 WIB
Kertas warna-warni menghiasi salah satu ruangan di Gedung Pakuan Bandung. Kertas itu berisi ucapan duka dan doa untuk Eril, Minggu, 12/6/2022.
(Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Antusias warga menunggu kedatangan jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril ternyata masih masih tinggi. Banyak warga yang menunggu jenazah putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu meski hujan mengguyur Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 19.30 WIB, warga yang memang telah berdatangan ke Gedung Pakuan sejak siang hari, mulai nampak ramai lagi menjelang kedatangan jenazah Eril. Guyuran hujan nampaknya tak menyurutkan niat mereka untuk bisa menyaksikan langsung kedatangan jenazah Eril.

Bahkan, sejumlah warga banyak yang mengabadikan momen kedatangan jenazah Eril itu lewat ponsel pribadi mereka. Ada yang hanya mengambil foto, video, atau menayangkan siaran langsung dari media sosial mereka masing-masing.


Padahal sebelumnya, ibunda Eril, Atalia Praratya telah memberikan imbauan kepada warga yang datang ke Gedung Pakuan. Warga diperbolehkan bertakziah dan melakukan salat jenazah, tapi dilarang membuat konten apapun di media sosial.

Dalam unggahannya, Atalia Praratya, membeberkan sejumlah aturan yang diharapkan dipenuhi oleh warga yang ingin bertakziah. Deretan aturan tersebut dikirimkan Atalia lewat akun Instagram @ataliapr.

1. Setiap tamu yang akan bertakziah dihimbau untuk melapor ke petugas keamanan.
2. Pelaksanaan shalat jenazah akan bertahap dilaksanakan pada Minggu 12 Juni pukul 22.00 WIB - Senin 13 Juni pukul 08.00 WIB.
3. Untuk tidak melakukan dokumentasi pribadi momen takziah dan pemakaman demi kelancaran acara. Kami mohon simpati dan empatinya.
4. Untuk media yang bertugas, berkoordinasi dengan Humas Jabar terlebih dahulu.
5. Kepada para tamu yang akan hadir pada pemakaman diharapkan: Hadir sebelum pukul 10.00 WIB dan efektif dalam penggunaan kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan.

Bagi masyarakat yang hendak ziarah, bisa dilaksanakan setelah proses pemakaman selesai. Setiap tamu yang akan berkunjung & hadir di lokasi harap mematuhi semua aturan yang berlaku.

(ral/yum)