Cinta untuk Masjid Al-Aqsa dari Sumedang

Nur Azis - detikJabar
Sabtu, 04 Jun 2022 22:00 WIB
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair SM Al Shun di Sumedang.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair SM Al Shun di Sumedang. (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair SM Al Shun mengunjungi Pesantren Al Fatah di Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Sabtu (5/6/2022) sore.

Ia mengapresiasi dukungan bela Palestina yang diberikan jemaah dari Aqsa Working Group (AWG) melalui gelaran Gowes Cinta Al Aqsa dan Palestina. Gowes Cinta Al Aqsha sendiri dimulai pukul 14.00 WIB dengan mengambil titik start dari kawasan Kampus Jatinangor hingga menuju kawasan Desa Margajaya.

Kedatangan sejumlah goweser, sebutan untuk pencinta sepeda ini, langsung disambut Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair SM Al Shun dengan didampingi Imaam Yakhsyallah Mansur, selaku pembina utama lembaga kemanusiaan Kepalestinaan, Aqsa Working Group (AWG).


Zuhair dengan dibantu alih bahasa Rifa Berliana Arifin mengungkapkan, ia sangat mengapresiasi segala bentuk kegiatan yang mendukung untuk kemerdekaan Palestina. Terlebih dalam kegiatan Gowes Cinta Al Aqsa kali ini diikuti para pemuda.

"Dalam kegiatan ini saya sangat semangat karena kegiatan ini melibatkan pemuda dan olahraga sendiri menjadi aspek yang digemari para pemuda sehingga harapannya dapat menimbulkan efek positif yang sangat kuat utamanya kepada para milenial untuk mendukung Palestina dan pembebasan Masjid Al Aqsa," paparnya kepada detikjabar.

Ia pun memaparkan terkait kondisi Palestina terkini dimana saat ini Israel seolah-olah menjadi negara yang kebal hukum. Sehingga, dalam segala tindakan kriminalnya seolah-olah tidak ada satu pun yang dapat menjeratnya.

"Kami yakin semua orang sepakat bahwa Israel itu merampas tanah Palestina dan perampasan itu akan mengisyaratkan bahwa para perampas selamanya akan diadili," terangnya.

Zuhair memgungkapkan, dengan dukungan yang muncul dari negara-negara Islam beserta masyarakat luas, maka kedepannya akan membawa titik terang bagi warga Palestina untuk mendapatkan haknya.

"Dengan adanya dukungan yang lahir dari negara-negara Islam dan masyarakat luas dan kaum muslimin, ini dapat membantu negara Palestina untuk mendapatkan haknya," ucapnya.

Sementara itu, Imaam Yakhsyallah Mansur mengatakan Palestina adalah satu-satunya negeri yang turut serta dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Kota Bandung yang hingga hari ini statusnya belum merdeka.

"Maka sudah sepantasnya kita bangsa Indonesia ikut membantu dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka," terangnya.

Selain itu, ia menegaskan terkait alasan kenapa wajib membela Palestina. Hal itu tidak lain lantaran kondisi Al Aqsa yang hingga kini masih dikuasai zionis Israel dan setiap hari dinodai mereka.

"Selain itu tentu saja nasib Al Aqsa, kiblat pertama umat Islam yang sampai hari ini masih diduduki oleh Zionis Israel, harus kita bela dan bebaskan," ucapnya.



Simak Video "Momen Anggota DPRD Garut Ngamuk, Gebrak Meja-Banting Mic saat Rapat"
[Gambas:Video 20detik]
(ors/ors)