Ridwan Kamil Dikecam Pendukungnya Sendiri

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Kamis, 19 Mei 2022 08:15 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melakukan pembukaan PPDB 2022 di SMKN 2 Bandung, Selasa (17/5/2022).
Ridwan Kamil. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Majalengka -

Acara halal bihalal kelompok pendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Kota Bandung pada Senin (16/5/2022) mengundang reaksi. Reaksi itu bahkan muncul dari sesama kelompok pendukung Ridwan Kamil.

Ketua Pokja Relawan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) Amin Nurdin, menyebut pria yang akrab disapa Kang Emil itu melakukan blunder. Pasalnya, mantan Wali Kota Bandung ini membandingkan karakteristik kelompok-kelompok pendukungnya sendiri.

Ia mengaku kecewa dengan statement yang dilontarkan Kang Emil. Meski dirinya tak diundang dalam acara tersebut, menurut dia, pembahasan pada momen tersebut dirasa kurang tepat.


"Momentum halal bihalal dan bertemu relawan yang hanya setahun sekali itu seyogianya dibuat untuk ajang silaturahmi, melepas rindu, bertukar gagasan dalam menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur. Ini malah dibuat blunder manakala RK menyampaikan tipologi jenis atau karakteristik relawan versinya sendiri," kata Amin dalam keterangannya, Rabu (18/5/2022).

Bahkan, Amin telah menyatakan sikap jika RK maju dalam Pilpres 2024. Pihaknya akan menarik mundur dari barisan pendukung Ridwan Kamil.

"Saya tidak mau RK terjebak oleh ambisi politik atau haus kekuasaan, seperti ungkapannya sendiri. Makanya kita berpandangan agar RK fokus menyelesaikan janji kampanyenya sampai tuntas, baik janjinya yang tertuang di RPJMD atau program unggulan, hingga janji-janji RK saat kampanye dulu," ujar dia.

Tak hanya Amin yang bereaksi, mantan Ketua Barisan Ridwan Kamil (Barmil) Bagus Machdiantoro juga menyikapi dengan pernyataan satire soal pernyataan Emil.

Bagus menyampaikan, Kang Emil merupakan pejabat publik dan menduduki jabatan politis. Dia tidak sepantasnya mengungkapkan pernyataan tersebut.

Ia juga khawatir kebiasaan Emil membuat tipologi seperti itu bisa memecah belah masyarakat yang lebih luas, khususnya para kelompok pendukungnya sendiri.

"RK bukan akademisi atau profesor yang sedang melakukan riset. Tak selayaknya mengutarakan hal tersebut, karena akan memecah belah dan mencurigai antar relawannya," papar Bagus.

Bagus yang mengklaim telah menjadi pendukung Ridwan Kamil sejak menjadi Wali Kota Bandung hingga Gubernur Jawa Barat, mengaku sangat kecewa dengan sikap Kang Emil. Ia meminta Kang Emil kembali fokus terhadap permasalahan Jabar di sisa masa jabatannya ini.

"Seyogianya RK fokus mengurusi permasalahan Jawa Barat di sisa masa jabatannya. Karena banyak program yang belum dan tidak jalan. Salah satu alasannya karena pandemi. Kok aneh, masih pandemi dan sebagai gubernur malahan mikirin pilpres. Secara etis, ini sudah menghianati amanah yang di berikan masyarakat Jawa Barat," ungkap dia.

Sementara, dalam kesempatan acara halal bihalal tersebut, Kang Emil menyampaikan, ada tiga tipe golongan kelompok pendukungnya. Pertama, yang mendukung dan tidak berharap apa-apa, tapi hanya berharap soal perubahan peradaban.

Kedua, pendukung yang menghadapkan sesuatu. Dan yang terakhir, kelompok yang memberikan dukungan dengan syarat yang mereka tentukan.

Dari ketiga kelompok tersebut, Emil menganggap kelompok terakhir adalah kelompok yang merepotkan dirinya. Pasalnya, kelompok terakhir ini dinilai Emil pendukung yang tidak pernah puas ketika sudah difasilitasi dan diberi kesempatan.



Simak Video "Takziah ke Ridwan Kamil, Anies: Insya Allah Jadi Pembuka Surga Orang Tua"
[Gambas:Video 20detik]
(ors/ors)