Jabar Hari Ini: Misteri Kematian Mamih Juju dan Heboh Kader PAN Palsukan Ijazah

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 17 Mei 2022 22:30 WIB
Sosok Mamih Juju yang ditemukan tewas di musala ruko
Mamih Juju (Foto: Istimewa).
Bandung -

Sejumlah peristiwa menghiasi pemberitaan di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Selasa (17/5/2022). Mulai kecelakaan maut di Tol Cipularang antara microbus travel dan truk hingga politisi PAN Popon Supriatin ditahan di Polres Subang gegara kasus dugaan ijazah palsu.

Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:

Laka Maut Mobil Vs Truk di Tol Cipularang

Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Tol Cipularang, kilometer 95.500, wilayah Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (17/5/2022) dini hari. Kecelakaan yang melibatkan microbus travel dan truk ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Akibat kecelakaan ini dua penumpang tewas di lokasi kejadian.


"Untuk kronologis kecelakaan lalin di KM 95.500 arah ke Bandung jalan tol Cipularang, kendaraan microbus travel datang dari arah Jakarta menuju Bandung, di lajur kanan, setiba di TKP menurut keterangan pengemudi mengantuk sehingga oleng ke kiri menabrak bagian kanan truk yang berjalan di lajur satu," ujar Kanit PJR Tol Cipularang Iptu Sumarsono, Selasa (17/05/2022).

Saat terjadi kecelakaan, kecepatan keduanya cukup kencang sehingga ketika terjadi benturan membuat kondisi microbus itu rusak parah. Seluruh badan kendaraan sebelah kiri terkelupas sehingga bagian dalam mobil itu terlihat.

Dalam insiden kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan ini, dua penumpang travel tewas di lokasi kejadian dan satu orang luka berat, sedangkan sopir travel atas nama Husen Buhori hanya alami luka-luka. Sementara kendaraan truk yang terlibat kecelakaan kabur usai kejadian.

"Jumlah penumpang ada enam, korban meninggal dunia ada dua, dan satu orang luka," katanya.

Para korban tewas dan luka dievakuasi petugas ke rumah sakit Abdul Radjak Purwakarta, sedangkan bangkai kendaraan dibawa ke pull derek di sekitar gerbang tol Jatiluhur.

"Kasusnya di tangani unit laka lantas polres Purwakarta, termasuk mengamankan sopir travel," pungkasnya.

Adapun identitas korban tewas adalah Herickson Manumpak (27) warga Duren Sawit, Jakarta Timur dan seorang mahasiswi yang belum ditemukan kartu identitasnya, namun ditemukan kartu berobat atas nama Felicia.

Pembunuhan Mamih Juju di Tasikmalaya

Warga Kampung Godebag, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya mendadak heboh. Hal itu menyusul kejadian tewasnya Juju Juariyah (55) seorang perempuan warga setempat, Selasa (17/5/2022) pagi.

Perempuan berstatus janda itu ditemukan tewas bersimbah darah di ruang mushola yang ada di Ruko (rumah dan toko) miliknya. Sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan. Warga berkerumun di depan toko milik korban, sementara polisi melakukan olah TKP di dalam toko.

"Ada luka sayat di pergelangan tangan dan leher korban," kata KBO Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Iptu Ridwan Budiarta di lokasi kejadian. Namun dia belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolsek Pagerageung AKP Erustiana mengatakan tim Inafis Polres Tasikmalaya sudah melakukan pemeriksaan atau olah TKP. "Sekarang kami masih menunggu kedatangan tim Inafis Polda Jabar," kata Erustiana.

Jenazah korban dibawa ke kamar mayat untuk menjalani visum atau autopsi. "Sementara divisum, namun tak menutup kemungkinan dilakukan autopsi," kata Erustiana.

Dia manambahkan mayat perempuan yang akrab disapa Mamih Juju itu ditemukan dalam posisi terlentang di mushola toko miliknya. "Posisi mayat terlentang di mushola. Ada luka," kata Erustiana.

Di toko kelontongan berlabel Warung Teteh Julia itu, korban tinggal berjualan. Sehari-hari dia ditemani oleh Jemi (24) anak keduanya dan Galih (20) keponakannya.

Namun di malam sebelum kejadian, hanya ada Galih yang menemani. Dia tidur di lantai dua. Sementara Jemi anaknya sedang berwisata ke Yogyakarta.

PPDB Jabar Segera Dimulai

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) telah menerbitkan waktu pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2022.

Dikutip dari situs resmi Disdik Jabar, atau melalui ppdb.disdik.jabarprov mengumumkan untuk PPDB tingkat SMA, SMK dan SLB dilaksanakan pada Juni. Pendaftaran PPDB tahap pertama dibuka pada 6 Juni hingga 10 Juni 2022.

Kemudian, pendaftaran tahap kedua dibuka pada 23 Juni hingga 30 Juni 2022. Dalam situs resmi itu belum tercantum tentang syarat dan ketentuan yang diberlakukan.

Proses pendaftaran tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Disdik Jabar telah menyiapkan laman sekolah.ppdb.disdik.jabarprov.go.id/login untuk pendaftaran peserta didik melalui online atau dalam jaringan (daring). Berkas pendaftaran PPDB bisa diunggah melalui laman tersebut.

Sebelumnya, pada tahun lalu pendaftaran PPDB untuk SMA, SMK dan SLB di Jabar dibuka pada 1 Juni hingga 11 Juni 2021 untuk tahap 1. Kemudian dilanjutkan verifikasi pada 14 hingga 16 Juni. Pengumuman tanggal 21 Juni 2021 kemudian dilanjutkan daftar ulang.

Sementara itu, pendaftaran PPDB tahap 2 pada 2021 dibuka pada 25 Juni hingga 1 Juli 2021. Setelah melewati serangkaian seleksi dan penetapan, kemudian diumumkan hasilnya pada 19 Juli 2021, kemudian dilanjutkan dengan proses daftar ulang.

Pembuhun Eneng Kulsum Sukabumi Ditangkap

Pria keji yang menusuk mati Eneng Kulsum, R alias Aden akhirnya ditangkap polisi. Sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (16/5/2022) sebutir peluru menembus betis kiri Aden yang diduga akan melarikan diri ke kawasan hutan di Gunung Walat, Kabupaten Sukabumi.

Polisi dengan cepat bisa mengenali Aden meski ia memakai rambut palsu atau wig dan peci di kepalanya. Usai terpergok berkamuflase, dengan sisa tenaganya Aden sempat mengeluarkan pisau dan berusaha melarikan diri.

"Kondisinya memang lemas ya. Mungkin serba salah, mau minta makan ke warga selama pelarian dia, takut dicurigai. Kondisi dia lemas, saat di polsek kemarin kita kasih nasi padang, langsung dia makan, kelaparan mungkin ya dia itu," kata Kanit Reskrim Polsek Cibadak AKP Madun yang ikut dalam penyisiran dan penangkapan pelaku, kepada detikJabar, Selasa (17/5/2022).

Madun menyebut usai melakukan aksi penusukan kepada Eneng Kulsum, Aden langsung melarikan diri. Aden berjalan kaki ke sejumlah lokasi. Diduga sepanjang pelarian ia hanya menyantap dedaunan dan singkong di kebun warga.

"Lahap dia makan di polsek, dia berjalan kaki dan bersembunyi di sejumlah lokasi. Saat dilihat anggota, dia memang pakai wig, tapi kan potongannya dikenali, terlebih gelagatnya mencurigakan. Saat berusaha kabur lagi ya terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur, kita lumpuhkan," ujarnya.

Aden pun disinyalir memupuk rasa cemburu usai mengetahui kekasihnya Eneng Kulsum kembali rujuk dengan mantan suaminya Wawan. Meski Eneng Kulsum memutuskan hubungan kasihnya pada bulan puasa lalu, Aden masih menyimpan rasa cintanya.

Motif itu sebenarnya sudah diduga oleh pihak keluarga sebelumnya, bahkan Aden sempat menebar teror ancaman ke keluarga korban. Bahkan ancaman itu juga diketahui oleh Wawan suami Eneng Kulsum. Namun mereka tidak menyangka, Aden melakukan aksi keji dengan menghabisi nyawa ibu dua anak itu.

Kapolsek Cibadak, Kompol Maryono. Mengungkap cemburu dan dendam Aden tumbuh setelah mantan kekasihnya kembali rujuk dengan mantan suaminya.

"Motifnya keterangan saksi dan keterangan tersangka ini adalah dendam karena korban sudah menjalin hubungan dengan tersangka tapi korban rujuk kembali dengan mantan suaminya. Hal itu kemudian memicu pelaku ini untuk membuat perhitungan dengan korban," kata Maryono.

"Sampai akhirnya pada Jumat tanggal 13 Mei, tersangka melakukan pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia," ujar Maryono menjelaskan.

Politisi PAN Subang Ditahan Gegara Ijazah Palsu

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Popon Supriatin ditahan Polres Subang, Jawa Barat. Dia dilaporkan atas dugaan pemalsuan ijazah palsu Strata 1 (S-1) STAI Yamisa Soreang, Kabupaten Bandung.

"Iya, benar, Unit Tipidter Satreskrim Polres Subang sudah melakukan penahanan terhadap tersangka Popon Supriatin, dalam kasus dugaan ijazah palsu" ujar Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipdter) Satreskrim Polres Subang, Ipda Raka Dwi Darma, Selasa (17/5/2022).

Penahanan politisi yang akan menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Subang tersebut berawal dari laporan Sri Rahayu Sugiharti, sesama kader DPD PAN Subang.

Tersangka Popon Supriatin akan ditahan selama beberapa hari ke depan. Itu dalam rangka proses penyidikan dugaan laporan ijazah palsu.

"Tersangka Popon Supriatin akan ditahan hingga 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan. Kasus yang menjeratnya yakni kasus dugaan ijasah palsu STAI Yamisa yang dimilikinya" katanya.

(ral/mso)