Kenapa Cuaca Majalengka Bikin Gerah Belakangan Ini? Ini Kata BMKG

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Jumat, 13 Mei 2022 01:00 WIB
Objek Wisata Panyaweuyan Majalengka
Majalengka (Foto: Erick Disy Darmawan)
Majalengka -

Beberapa hari terakhir suhu di Kabupaten Majalengka terasa lebih gerah dibanding biasanya. Menurut warga setempat cuaca panas ini sudah dirasakan sejak seminggu yang lalu.

"Iya biasanya di daerah saya adem akhir-akhir ini saya juga ngerasa lebih gerah. Kirain perasaan doang, ternyata orang lain juga sama ngerasain hal yang sama," kata Rifqi (25), warga Desa Pasangrahan, Kecamatan Maja saat berbincang dengan detikJabar, Kamis (12/5/2022).

Selain Rifki, cuaca terik juga dirasakan Hafid Zaenudin (31), warga Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka. Ia mengaku, aktivitasnya jadi terganggu akibat cuaca panas ini.


"Saking panasnya, abis mandi juga keringat lagi," ujar Hafid.

"Saya kan kerja di lapangan, malah sekarang mah jadi sering minum es gara-gara haus terus," sambung dia.

Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Ahmad Faa Izyn menjelaskan, dampak cuaca panas ini dipicu oleh beberapa hal, salah satunya, karena Indonesia akan memasuki musim kemarau.

"Fenomena ini dipicu beberapa hal, diantaranya posisi semu matahari di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan sebagian wilayah Indonesia memasuki musim kemarau. Kemarau biasanya ditandai dengan tingkat pertumbuhan awan dan hujan yang berkurang, sehingga cuaca cerah mendominasi siang dan pagi hari," jelas dia.

"Maka, sinar matahari menyerap bumi lebih optimum dari hari-hari biasanya, menyebabkan kondisi suhu menjadi cukup terik pada siang hari," papar dia menambahkan.

Berdasarkan hasil pengamatannya, kata dia, wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara, pada periode 1-7 Mei 2022, suhu maksimum terukur berkisar antara 33-36,11 ⁰C.

"Akan tetapi, suhu tersebut tidak mengkhawatirkan sebab tidak lebih terik dari 3-5 tahun terakhir yang mencapai 38,8 ⁰C di sejumlah wilayah di Indonesia," ucap Faiz sapaan akrab Ahmad Faa Izyn.

Kendati cuaca panas, kata Faiz, untuk suhu terik di wilayah Ciayumajakuning, maksimum 36,8 ⁰C. Pada 8 Mei kemarin wilayah Kertajati, Majalengka, telah menyentuh suhu tersebut.

"Dalam sepekan ini wilayah Ciayumajakuning suhu udara maksimum terjadi pada tanggal 8 Mei kemarin yang tercatat 36,8 C di Kertajati, Majalengka," ungkapnya.

Sementara, Faiz juga menampik jika suhu panas terik disebabkan fenomena gelombang panas. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak termakan berita bohong.

"Jangan termakan isu berita tidak benar alias hoaks. Lebih baik ikuti terus informasi dari BMKG," ujarnya.

Disampaikan Faiz, menurut WMO (World Meteorological Organization) gelombang panas atau heatwave merupakan fenomena kondisi panas berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut, dengan rata-rata peningkatan suhu maksimum hingga 5 ⁰C atau lebih.

Fenomena ini, menurut dia, terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi, seperti wilayah Eropa dan Amerika dipicu kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

Kondisi seperti sekarang ini, berdasarkan perkiraan BMKG Kertajati, Majalengka akan terjadi hingga pertengahan Mei 2022. Oleh karenanya, Faiz menyarankan agar masyarakat senantiasa menjaga kondisi tubuh menghadapi perubahan cuaca.

"Selalu menjaga kondisi tubuh dan minum air yang cukup, agar tidak terjadi dehidrasi atau kelelahan dan dampak buruk lainnya," katanya.

(bbn/yum)