Juru Parkir Terasering Panyaweuyan Dapat Berkah di Momen Libur Lebaran 2022

Juru Parkir Terasering Panyaweuyan Dapat Berkah di Momen Libur Lebaran 2022

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Jumat, 06 Mei 2022 08:30 WIB
Parkiran di Objek Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka.
Parkiran di Objek Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Objek wisata Terasering Panyaweuyan di Kabupaten Majalengka mengalami peningkatan pengunjung sekitar 50 persen pada momen libur Lebaran. Lonjakan wisatawan mulai terasa sejak hari pertama Idul Fitri.

"Alhamdulillah, sejak hari pertama Idul Fitri jumlah pengunjung melonjak 50 persen dan kemungkinan akan terus naik hingga akhir pekan nanti," kata Pengelola Terasering Panyaweuyan Mulyadi kepada detikJabar, Jumat (6/5/2022).

Ramainya pelancong berkunjung ke salah satu objek wisata unggulan di Majalengka ini nampak membawa berkah bagi juru parkir di kawasan Terasering Panyaweuyan.


Sodik, salah seorang pengelola parkir Terasering Panyaweuyan yang berada di kawasan Desa Tejamula, Kecamatan Argapura, mengaku, momen libur Lebaran ini berdampak signifikan terhadap pendapatannya.

"Alhamdulillah ramai, tapi sekarang mah belum dihitung. Kalau kemarin 1.000 tiket parkir yang keluar. Itu nyampe Rp 5 jutaan mah. Ya kalau libur weekend biasa mah paling nyampe Rp 1 juta," ujar Sodik.

Menurutnya, tempat parkir yang dikelolanya itu hanya bisa menampung kendaraan roda dua. Untuk biaya parkir per motor, dikenakan tarif Rp 3 ribu.

"Selain pengunjung dari kita (Majalengka), pengunjung luar itu kebanyakannya dari Indramayu dan Cirebon," jelas dia.

Sekedar diketahui, Terasering Panyaweuyan saat ini menerapkan kebijakan one way atau jalur satu arah. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada tanggal 2 hingga 9 Mei 2022.

Kapolsek Argapura, Iptu Agus Purwanto mengatakan kebijakan one way diterapkan guna mengurai antrean kendaraan yang kerap terjadi setiap memasuki libur panjang.

"One way diberlakukan sejak hari H lebaran. Ini diberlakukan dari pukul 8.30 sampai 17.00 WIB," kata Agus.

Kebijakan ini diterapkan khusus bagi wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata Panyaweuyan. Akan tetapi, dispensasi untuk masyarakat lokal hanya diberlakukan pada jam-jam tertentu.

"Kalau masyarakat sekitar masih bisa melintas, khususnya warga Desa Sukasari Kaler, Blok Japer dan Dongkol, itu dikasih dispensasi sampai jam 9 pagi. Nah kalau untuk petani lokal masih bisa melintas," papar dia.



Simak Video "Desa di Majalengka Dijuluki Kampung Domba Gegara Ini..."
[Gambas:Video 20detik]
(ors/ors)