Dear Pemudik Jabar, Waspadai Ini Jika Melintas Jalur Pantura

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 27 Apr 2022 14:39 WIB
Banjir setinggi 60 cm terjadi di depan Jalan Raya Tanjung Duren, Jakbar. Banjir terjadi usai hujan deras sedari pagi di wilayah Jakarta Barat. (Karin NS/detikcom)
Ilustrasi banjir. (Foto: Karin NS/detikcom)
Bandung -

Pemprov Jawa Barat (Jabar) mengimbau pemudik yang melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) mewaspadai bencana alam, seperti banjir, angin puting beliung, hingga rob.

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMTR) Jabar mencatat terdapat 87 titik rawan longsor yang dilalui pemudik, baik jalur provinsi maupun nasional. Kemudian, asa 30 titik rawan banjir, baik jalur provinsi maupun nasional.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar pun mengimbau agar pemudik tetap hati-hati, terlebih lagi saat melintasi Pantura.


"Kondisi Pantura dan jalur selatan berbeda. Di Pantura harus waspadai kemungkinan angin puting beliung dan banjir terutama akibat rob," kata Sekretaris BPBD Jabar Budi Juanda dalam keterangan yang diterima detikJabar, Rabu (27/4/2022).

Juanda mengatakan wilayah Pantura bakal diguyur hujan deras. Kondisi demikian mengakibatkan banjir dan rob, gelombang air laut yang meluap.

Selain pantura, BPBD Jabar juga mengingatkan agar pemudik waspada di titik rawan longsor, tanah bergerak dan banjir di jalur selatan. Budi Juanda tak menampik di Jabar memang memiliki banyak titik lokasi bencana yang harus diwaspadai. Ia menyatakan sejak Januari hingga April 2022 sudah tercatat sekitar 400 kejadian.

"Artinya, potensi memang ada ditambah dengan adanya pergerakan orang pas mudik," tuturnya.

Selain bencana alam, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap COVID-19. Pergerakan orang dalam jumlah besar harus diantisipasi dengan prokes yang ketat.



Simak Video "155 Orang di Tasikmalaya Keracunan Makanan Hajatan"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/ors)