Jabar Hari Ini: Penyergapan Kriminal di Pasirkoja-Eksepsi Bahar Ditolak

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 26 Apr 2022 22:00 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi. (Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa (26/4/2022). Dari mulai penyergapan pelaku tindak pidana yang viral di medsos hingga Hakim PN Bandung menolak nota keberatan atau eksepsi Habib Bahar Smith mengenai perkara penyebaran hoaks.

Berikut rangkumannya:

Viral Aksi Penyergapan Kriminal di Pasirkoja


Aksi polisi berpakaian preman saat melakukan penangkapan pelaku tindak pidana viral di media sosial (medsos). Detik-detik penangkapan berlangsung dramatis lantaran pelaku masih berusaha kabur meski telah dikepung.

Aksi penangkapan tersebut terekam kamera video warga hingga viral di medsos. Dalam video yang beredar terlihat detik-detik polisi berpakaian preman menyergap sebuah mobil di gerbang tol.

Dalam video itu, terlihat beberapa orang polisi berpakaian preman tampak mengerubungi mobil berwarna silver. Anggota polisi tampak mengetuk-ngetuk mobil meminta pengemudi keluar dari mobilnya. Bahkan terdengar suara letupan senjata dalam video itu.

Bagian depan mobil tampak sudah penyok, dan kaca bagian depannya berlubang seperti terkena peluru. Meski sudah dikepung aparat, pengemudi dan penumpang mobil itu tak mau turun, bahkan sempat berusaha kabur dengan menabrak kendaraan lain

Informasi dihimpun, kejadian itu terjadi di gerbang tol Pasirkoja, Kota Bandung pada Senin (25/4) kemarin siang. Adapun aksi itu dilakukan untuk meringkus pelaku tindak pidana.

"Memang benar kejadian tersebut," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi, Selasa (26/4/2022).

Ibrahim menuturkan kejadian tersebut merupakan kegiatan polisi untuk melakukan penangkapan. Menurut Ibrahim, polisi saat itu tengah menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Informasi dihimpun, ada dua orang pelaku yang merupakan pelaku pencurian modus pecah kaca di area tol. "(Penangkapan) merupakan kegiatan kepolisian untuk mengamankan pelaku curat," tutur dia.

Ibrahim menegaskan tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pelaku pun berhasil diamankan. "Tidak ada korban pada kejadian tersebut. Pelaku berhasil diamankan," kata dia.

Herry Wirawan Ajukan Kasasi

'Perlawanan' terpidana mati kasus pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan belum usai. Herry Wirawan mengajukan kasasi atas putusan hukuman mati yang diberikan hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Bandung.

"Iya (kasasi)," ucap Ira Mambo kuasa hukum Herry Wirawan kepada detikJabar, Selasa (26/4/2022).

Ira menuturkan kasasi tersebut berdasarkan persetujuan dari Herry Wirawan. Menurutnya, saat salinan putusan diterima kuasa hukum, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Herry Wirawan yang saat ini mendekam di Rutan Bandung. "Pertimbangannya upaya hukum," katanya.

Ira menjelaskan pengajuan kasasi ini bukan semata-mata meminta hukuman kliennya diringankan. Menurutnya, pengajuan kasasi ini untuk memperkuat putusan pada tingkat pertama atau tingkat kedua (banding).

"Ketika kasasi itu beliau (hakim) memutus di luar putusan tingkat pertama atau kedua, kan pertama seumur hidup, kedua mati dan restitusi. Nah, nanti kasasi ini misalnya lebih rendah atau lebih tinggi, jadi istilahnya menguatkan banding atau PN, atau dia bikin putusan sendiri. Nah, itu kewenangan hakim sendiri, jadi tidak meminta hukumannya diringankan," tuturnya.

Ira menambahkan saat ini pihaknya tengah menyusun materi kasasi yang akan diajukan ke Mahkamah Agung melalui Panitera PN Bandung. "Lagi diurus," kata dia.

Untuk diketahui, Herry dituntut hukuman mati oleh Jaksa. Akan tetapi, dalam vonis, hakim memvonis Herry dengan hukuman penjara seumur hidup.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," ucap hakim.

Hakim menilai perbuatan Herry Wirawan telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Hukuman Mati Abah Cabul Sukabumi

Seorang pria di Kabupaten Sukabumi dijatuhi hukuman mati. Pria bernama Hendi alias Abah Heni dihukum mati usai mencabuli 10 bocah perempuan.

Hukuman mati dijatuhkan hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Bandung dalam sidang yang digelar pada Selasa (26/4/2022). Dalam sidang tersebut, majelis hakim yang diketuai oleh Yuli Heryati itu menganulir putusan 15 tahun penjara yang sebelumnya diketok hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibadak Sukabumi.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," ucap hakim sebagaimana kutipan amar putusan yang diterima detikJabar.

Putusan itu diambil hakim setelah menerima banding dari jaksa. Dalam perkara ini, jaksa mengajukan banding atas putusan hakim PN Cibadak Sukabumi yang menghukum Abah Heni dengan vonis 15 tahun penjara.

"Menerima permintaan banding terdakwa dan jaksa penuntut umum. Memperbaiki putusan pengadilan negeri Cibadak nomor 449/Pid.Sus/2021 PN Cbd tanggal 10 Maret 2022," kata hakim.

Dalam putusannya, hakim menyatakan Abah Heni terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan dengan korban lebih dari satu orang.

"Menyatakan terdakwa Hendi alias Abah Heni tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya dan melakukan kekerasan atau membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul menimbulkan korban lebih dari satu orang yang mengakibatkan luka berat, terganggu atau hilangnya fungsi alat reproduksi sebagaimana dakwaan gabungan," tutur hakim.

Sementara itu berdasarkan dokumen putusan PN Cibadak, Abah Heni divonis penjara 15 tahun dan denda Rp 250 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Terdakwa terbukti bersalah sesuai Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak. Pasal 82 ayat (4) Perpu nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 76E UURI nomor 23 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain.

Eksepsi Habib Bahar Ditolak Hakim

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa yang diajukan oleh Habib Bahar bin Smith. Perkara penyebaran hoaks itupun dilanjutkan.

"Mengadili, menyatakan menolak eksepsi terdakwa Habib Assayid Bahar bin Ali bin Smith alias Habib Bahar bin Smith seluruhnya," ucap Hakim Dodong Rusdani saat sidang beragenda putusan sela yang digelar di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Selasa (26/4/2022).

Hakim mempertimbangkan poin-poin eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukumnya itu terbantahkan. Menurut hakim, PN Bandung berwenang mengadili perkara tersebut. "Menyatakan Pengadilan Negeri Bandung berwenang memeriksa dan mengadili perkara atas nama Habib Bahar," tutur dia.

Atas ditolaknya eksepsi tersebut, hakim memerintahkan JPU Kejaksaan Tinggi Jabar untuk melanjutkan perkara itu. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah saksi di persidangan. "Memerintahkan JPU melanjutkan pemeriksaan perkara dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith," kata dia.

Menanggapi hal itu, Habib Bahar bersyukur nota keberatan atau eksepsinya ditolak hakim. "Saya bersyukur kepada Allah atas putusan sela hakim bahwasannya putusan sela-nya eksepsi saya ditolak," ucap Bahar.

Bahar punya alasan dia bersyukur atas penolakan putusan itu. Menurutnya, dengan adanya penolakan itu sidang akan berlanjut.

Bahar menyatakan dengan sidang yang akan kembali digelar, dia siap membuktikan ucapannya dalam ceramah benar dan bukan hoaks seperti yang dituduhkan jaksa dalam dakwaannya. Adapun beberapa ucapan Bahar yang didakwakan seperti soal Habib Rizieq Shihab dipenjara gegara Maulid Nabi hingga kematian enam laskar FPI di KM50.

"Nantinya saya akan membuktikan bahwasannya apa yang saya sampaikan Habib Rizieq dipenjara karena Maulid itu benar adanya. Dan bahwasannya enam laskar yang dibantai dengan keji di km 50 benar adanya dan akan saya buktikan di persidangan," tutur dia.

Bahar diseret ke meja hijau atas kasus dugaan penyebaran berita bohong saat ceramah Maulid Nabi di Bandung. Selain Bahar, pengunggah video Tatan Rustandi juga diadili.

Dalam perkara ini, Bahar dan juga pengunggah video dianggap melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1945 tentang peraturan hukum pidana dan atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat 1E KUHPidana.

Eriyanto Pemain Baru Keenam Persib

Persib Bandung kembali kedatangan satu pemain baru. Eriyanto, bek berusia 26 tahun resmi menjadi pemain Persib Bandung.

Eriyanto menjadi rekrutan ke enam Persib di bursa transfer musim ini. Pengumuman bergabungnya eks pemain Persiraja Banda Aceh dan Persis Solo ini disampaikan melalui situs resmi Persib Bandung pada Selasa (26/4/2022).

"Wilujeng Sumping Eriyanto," tulis keterangan resmi klub seperti dilihat detikJabar.

Eriyanto diikat kontrak oleh Persib Bandung selama dua tahun. Kedatangannya diproyeksikan untuk memperkuat lini pertahanan 'Maung Bandung'.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono mengatakan, Eriyanto direkrut berdasarkan hasil pertimbangan tim pelatih. "Atas rekomendasi tim pelatih, diperlukan tambahan pemain untuk pelapis posisi bek," kata Teddy kepada wartawan.

Selain itu Teddy juga mengungkapkan alasan lain di balik perekrutan Eriyanto. Ia merupakan putra asli Jawa Barat, tepatnya Sukabumi. "Sebagai pemain Jawa Barat, tentunya besar harapan Persib untuk Eriyanto bisa memaksimalkan semua potensinya untuk bisa meraih prestasi bersama," ujarnya.

Sebelum bergabung dengan Persib, ia terakhir bermain untuk Persiraja Banda Aceh musim lalu. Eriyanto tampil sebanyak 10 pertandingan. Ia juga sempat memperkuat Timnas Indonesia U-19 di ajang Cotif Cup Spanyol.

Masih kata Teddy, meski kini Persib telah merekrut beberapa pemain dari 'luar', namun kesempatan bagi pemain yang berasal dari Diklat Persib tetap terbuka lebar.

"Penambahan dari diklat akan terus berjalan seiring berjalannya waktu selama latihan, karena tim pelatih sering mengajak pemain-pemain diklat berlatih bersama tim senior," pungkasnya.



Simak Video "Cikancung Bandung Banjir, Bikin Banyak Motor Mogok"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/ors)