Round-Up

Apa Sanksi Oknum ASN yang Halangi-Gebrak Ambulans di Sukabumi?

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 25 Apr 2022 06:00 WIB
Pria mengaku polisi menggebrak ambulans di Sukabumi
Aksi ASN Polri saat menggebrak ambulans. (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Aksi arogan oknum ASN yang menghalangi dan menggebrak ambulans kini masih ditangani pihak berwenang di Mapolres Sukabumi. Diketahui, oknum bernama Sudirman itu sempat membuat gaduh media sosial di Sukabumi karena aksinya yang tidak terpuji pada Selasa (19/4/2022) lalu.

Polisi beritandak cepat menanggapi aksi viral oknum ASN tersebut, meski permintaan maaf Sudirman melalui video dan pertemuan dengan Irfan Fadilah sopir ambulan RSUD Jampang Kulon sudah dilakukan, namun sanksi kepada yang bersangkutan tetap diberlakukan.

Informasi terakhir yang diberikan pihak kepolisian melalui Wakapolres Sukabumi Kompol Bimo Moernanda kepada awak media di Mapolres Sukabumi. Saat ini proses pemeriksaan terhadap Sudirman masih dilakukan pihaknya. Tindakan berupa sanksi juga akan diberikan.


"Menyangkut kejadian kemarin dari anggota kita yang menghentikan ambulans kita sudah melaksanakan pemanggilan dan sedang dalam pemeriksaan. Setelah itu kami segera melakukan tindakan sanksi lebih lanjut," ungkap Bimo, pada Kamis (21/4/2022) lalu.

Bimo juga saat itu mengungkap antara oknum tersebut dengan sopir ambulans dan keluarga pasien sudah bertemu dan saling meminta maaf. Namun hal itu tidak menyurutkan tindakan disiplin kepada oknum tersebut.

"Yang bersangkutan sudah minta maaf kepada sopir dan penumpangnya kemarin yang di ambulans sudah ada musyawarah dan minta maaf dari yang bersangkutan namun begitu tetap tindakan disiplin kita tetap berlanjut. Yang bersangkutan ini statusnya Pegawai Negeri Sipil pada Polri di Polres Sukabumi," jelas Bimo.

Saat dikonfirmasi kembali soal proses dan sanksi yang akan dijatuhkan pada Sudirmam, pada Minggu (24/4/2022) Bimo menjawab singkat saat ini masih dalam proses. "Masih proses," singkat Bimo.



Simak Video "ASN Penghalang-Penggebrak Ambulans Minta Maaf, Kini Terancam Sanksi"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/ors)