Jabar Hari Ini: Geger Tari 'Telanjang' di Subang-Hotman Paris Dipolisikan

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 22 Apr 2022 22:00 WIB
Di Hitam Putih, Trans7, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/16)
Pengacara kondang Hotman Paris (Foto: Ismail/detikHOT)
Bandung -

Aksi joget 'telanjang' saat momen sahur bikin geger. Selain itu, bos salon di Garut jadi tersangka kasus penipuan.

Berikut rangkuman dalam Jabar hari ini :

1. Joget 'Telanjang' di Subang Bikin Geger

Aksi joget 'telanjang' saat bangunkan sahur viral di media sosial. Polisi sudah melakukan pemeriksaan atas insiden tersebut.


Aksi joget 'telanjang' itu viral di medsos. Sebagaimana dilihat detikJabar pada Jumat (22/4/2022) siang, salah satu akun Instagram mengunggah video aksi anak-anak membangunkan sahur di depan sebuah bangunan yang seperti hotel.

Bahkan, anak-anak yang membangunkan sahur menggunakan beduk itu berteriak 'open BO' ke arah salah satu jendela kamar yang terbuka.

"Open BO ayo sahur....," teriak anak-anak diiringi tabuhan beduk.

Dari arah jendela yang terbuka tersebut, terlihat ada orang yang berjoget. Dalam narasi unggahannya disebutkan bila ada wanita yang berjoget-joget tanpa busana. Sementara dalam video, memang tak terlihat jelas apakah orang tersebut telanjang atau tidak. Sebab, video yang menunjukkan orang berjoget itu tampak diburamkan.

Informasi dihimpun aksi tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan pihaknya sudah mengetahui dan melakukan pemeriksaan.

"Itu sudah kita periksa," kata Sumarni saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata orang joget telanjang tersebut merupakan pria. Sumarni juga menegaskan mereka berjoget tak telanjang.

Itu waria. Sudah kita periksa. Jadi dia itu cowok semua. Gayanya kayak cewek. Cowo semua," ucap Sumarni.

Sumarni menuturkan ada tiga orang pria bergaya wanita yang berada di dalam kamar tersebut. Mereka sengaja melakukan aksi joget-joget tersebut.

"Yang joget sudah diperiksa, dia laki-laki," kata Sumarni.

Sumarni juga menegaskan bila mereka tidak telanjang saat berjoget. Dari hasil pemeriksaan, kata Sumarni, mereka berjoget dengan menggunakan pakaian berwarna menyerupai kulit.

"Jadi itu bukan telanjang. Dia pakai kostum kayak warna kulit lah. Jadi bukan telanjang," kata Sumarni.

2. Respons Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Jabar

Pengacara Hotman Paris Hutapea dilaporkan ke Polda Jabar terkait pernyataannya yang menyebut keanggotaan Peradi Otto Hasibuan tidak sah. Hotman Paris mengeluarkan penyataan itu setelah adanya putusan kasasi.

MA dalamam putusan kasasi nomor 997K/PDT/2022 menguatkan putusan judex factie yang membatalkan Keputusan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor : KEP.104/PERADI/DPN/IX/2019, tanggal 4 September 2019.

Atas putusan di atas, Hotman Paris menafsirkan lebih jauh, yaitu karena anggaran dasar tidak sah, pengurusnya juga tidak sah.

Atas laporan itu, Hotman menilai locus aduan ke Polda Jabar tidak sesuai. Karena Hotman mengeluarkan pernyataan itu lewat konferensi pers di Jakarta.

"Berarti locus-nya harusnya itu ditolak karena locus-nya di Jakarta," kata Hotman saat dihubungi, Jumat (22/4/2022).

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dilaporkan ke Polda Jabar. Ucapan Hotman Paris di media sosial terkait DPN Peradi dinilai menyesatkan dan membuat resah.

Laporan dilakukan langsung oleh sejumlah advokat dari DPC Peradi Kota Bandung. Laporan dilakukan ke Polda Jabar pada Kamis (21/4/2022).

"Laporan ke Polda Jabar (karena) dia membuat berita bohong sehingga meresahkan anggota kami. Oleh karena itu saya menjawab anggota saya, terpaksa saya buat laporan ini," ucap Ketua DPC Peradi Kota Bandung Roelly Panggabean.

Menurut Roelly salah satu unggahan Hotman Paris tersebut terkait dengan situasi DPN Peradi yang kalah gugatan perdata di PN Lubuk Pakam. Hotman, kata Roelly, menyebut bila atas putusan itu, keanggotaan Peradi Otto Hasibuan tidak sah.

"Nah di mana relevasinya Hotman Paris menyatakan tidak sah, dasarnya apa? Padahal Peradi Otto (Hasibuan) dilantik tahun 2020 sampai 2025. Dan yang menangkat dia Munas. Perlu diketahui bahwa Hotman (Paris) itu salah satu Waketum periode (ketum) Fauzi Hasibuan yang mana dia juga mengikat dan tahu masalah ini," kata Roelly.

"(Unggahan) salah satunya adalah kepengurusan. Jadi akibat kalahnya DPN Peradi dalam perkara perdata, akibatnya Otto Hasibuan dan seluruh pengurusnya menjadi tidak sah. Termasuk KTA-nya. Itu kan meresahkan dan menyesatkan," kata dia menambahkan.

3. Duduk Perkara Kasus Ujang Sarjana yang Dicurhati Pedagang ke Jokowi

Seorang pedagang curhat ke Presiden Jokowi terkait kerabatnya yang ditangkap polisi gegara menolak pungutan liar (Pungli) di Pasar Bogor. Polda Jawa Barat memberi penjelasan soal duduk perkara penangkapan pria bernama Ujang Sarjana tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo menjelaskan perkara yang menjerat Ujang Sarjana tersebut merupakan perkara penganiayaan. Ujang Sarjana, kata Ibrahim, terlibat akan aksi penganiayaan di Pasar Bogor pada 2 Desember 2 Desember 2021 lalu.

"Kasusnya murni penganiayaan," ucap Ibrahim kepada detikJabar via pesan singkat, Jumat (22/4/2022).

Ibrahim menjelaskan Ujang Sarjana yang merupakan pedagang buah di Pasar Bogor dilaporkan oleh pedagang pasar lainnya. Ujang Sarjana dilaporkan atas penganiayaan.

Insiden penganiayaan itu terjadi pada Jumat 26 November 2021. Saat itu, pelapor bersama temannya sedang membagikan minuman kemasan jualannya ke pedagang sayur di Pasar Bogor. Adapun uang pembayaran minuman kemasan itu, kata Ibrahim, biasanya ditagih kepada pelapor.

"Area penjualan pelapor dianggap menjadi wilayahnya terlapor sehingga perebutan lahan jualan yang ada di Jl Bata Pasar Bogor, ini menjadi sebab utama terjadinya pemukulan," tutur Ibrahim.

Saat pelapor tengah menjual minuman kemasan itu, Ujang Sarjana lantas menghampiri pelapor sambil marah-marah. Menurut Ibrahim, Ujang Sarjana menyebut pelapor tidak menghargai dengan alasan merebut lahan jualan Ujang.

Marah-marah Ujang Sarjana tak ditanggap oleh pelapor hingga pelapor meninggalkan lokasi. Singkat cerita, pelapor mengaku mendengar Ujang meneriakkan kata 'serang'.

"Tanpa diduga, sekelompok orang berjumlah sekira 7 orang melakukan pengeroyokan memukuli badan pelapor dan temannya menggunakan tangan kosong. Akibat kejadian tersebut, pelapor mengalami luka memar pada pergelangan lengan sebelah kanan," kata Ibrahim.

Seperti diketahui, Curhatan histeris pedagang mewarnai kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Bogor dalam rangka penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng. Kedua pedagang ini mengaku om mereka ditangkap polisi karena menolak pungutan liar (pungli). Polisi menjelaskan duduk perkara kasus ini dan menyatakan penanganan telah dilakukan.

Saat itu Jokowi yang didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau beberapa pedagang di dalam Pasar Bogor sembari membagikan suvenir kepada warga di lokasi. Tiba-tiba saja dua orang pedagang berteriak histeris, mengadu kepada Presiden Jokowi. Kejadian ini pun viral.

"Bapak, di sini banyak pungli, Pak," kata pria tersebut kepada Jokowi.

Sejurus kemudian Jokowi berhenti melangkah. Jokowi menyimak curhatan pria dan wanita yang histeris tersebut.

Gesture meminta tenang ditunjukkan Jokowi untuk keduanya. Pedagang tersebut terus histeris sembari curhat kepada Presiden Jokowi. Seskab Pramono Anung yang mendampingi Jokowi mencatat curhatan tersebut.

"Tolong, Bapak, om kami menolak pungli, ditangkap polisi," kata wanita tersebut.

"Yang dipenjara siapa?" tanya Pramono.

"Om saya," jawab wanita tersebut.

"Namanya siapa?" tanya Pramono lagi.

"Ujang Sarjana," jawab pria dan wanita tersebut.

"Mana mau Lebaran, anaknya ada empat. Bapak, mohon bisa bantu kami, Bapak," sambung wanita itu.

"Ya, sudah (dicatat)," ucap Jokowi yang memperhatikan catatan Pramono di saat pria dan wanita tersebut terus menyampaikan curhatnya.


4. Bos Salon di Garut jadi Tersangka Penipuan

Polisi menetapkan PYM sebagai tersangka kasus penipuan berkedok investasi yang bikin rugi ratusan mama muda di Garut. PYM kini menjalani penahanan.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, PYM ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa penyidik di Polres Garut sejak Kamis (21/4) kemarin.

"Sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan," ujar Wirdhanto kepada wartawan di Polres Garut, Jumat (22/4/2022).

Wirdhanto mengatakan, ibu muda berusia 26 tahun tersebut diketahui sebagai pemilik bisnis Yomi Leshes Beauty Care yang bergerak di bidang kecantikan. Dia yang langsung merekrut para korban.

"Rata-rata yang direkrut ini pelanggan salon," ucap Wirdhanto.

Bisnis salon kecantikan tersebut diketahui sudah dijalankan PYM sejak September 2020 hingga bulan Maret 22 ini.

PYM diketahui menyerahkan diri ke kantor Polres Garut pada Rabu (19/4). Sebelum menyerahkan diri, dia sempat buron hampir sebulan lamanya, usai dilaporkan puluhan orang akhir Maret 2022 lalu.

"Sebelumnya kita cari, kemudian kita beri surat pemanggilan dan yang bersangkutan hadir dari Kuningan," pungkas Wirdhanto.

5. Warga 3 Kampung di KBB Dihantui Longsor

Warga tiga kampung di Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih dihantui potensi bencana longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sebelumnya bencana longsor menerjang tiga kampung di Gununghalu, di antaranya Kampung Tonjong RW 09, Kampung Cipaku RW 11, dan Kampung Tangsijaya RW 20 pada Rabu (20/4/2022) sore.

Camat Gununghalu Hari Mustika mengatakan bencana longsor mengancam rumah warga yang berada di bibir tebing yang sebelumnya sudah longsor. Hal itu karena terdapat retakan tanah yang cukup parah

"Retakan tanahnya lumayan parah, jadi ketika turun hujan deras rumah yang terdampak bisa longsor. Sekarang warganya sudah ada yang diungsikan," ungkap Hari saat dihubungi, Jumat (22/4/2022).

Akibat bencana longsor tersebut sebanyak 43 KK atau sekitar 80 jiwa harus mengungsi untuk menghindari terjadinya longsor susulan. Apalagi cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai akhir April mendatang.

"Untuk warga yang terdampak kemarin dan masih dalam ancaman bencana, kita evakuasi dan ungsikan ke kerabat terdekatnya yang berada di tempat lebih aman," kata Hari.

Kendati warga yang terdampak sudah diungsikan dan aman, pihaknya tetap berkoordinasi dengan BPBD Bandung Barat terkait penanganan longsor yang menerjang dan mengancam puluhan rumah.

"Kami baru melakukan assessment, kemudian pemberian bantuan, dan evakuasi. Kalau untuk penanganan longsor itu urusannya teknis ada di dinas terkait" kata Hari.

Ia mengatakan, pihaknya juga sudah meminta BPBD KBB untuk melakukan pemeriksaan dan kajian terkait kondisi tanah longsor di tiga kampung itu agar nantinya bisa langsung dilakukan penanganan secara permanen.

"Sudah dilaporkan ke BPBD dan kami minta assessment dan tanahnya diperiksa dulu, nah nanti penanganannya seperti apa. Tapi kalau langkah darurat dari kita sudah dilakukan," ujar Hari.



Simak Video "Pelaku Modus Pecah Kaca Mobil Beraksi di Tasik, Rp 320 Juta Raib"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/bbn)