Habib Bahar Bantah Sebarkan Hoaks HRS-Kematian 6 Laskar FPI

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Selasa, 12 Apr 2022 13:45 WIB
Potret Habib Bahar Keluar dari Ruang Sidang
Habib Bahar bin Smith. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Habib Bahar bin Smith membantah telah menyebarkan berita bohong dalam ceramahnya. Bahar mengklaim apa yang disampaikan sesuai dengan fakta.

"Saya sebentar secara lisan saja," ucap Bahar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (12/4/2022).

Pernyataan lisan Bahar atas keberatan dakwaan jaksa itu disampaikan usai tim kuasa hukum membacakan eksepsi. Bahar kemudian diberi kesempatan oleh majelis hakim yang diketuai Dodon Rusdani untuk menyampaikan secara lisan.


Bahar kemudian berbicara di hadapan hakim. Pada poin pertama, Bahar menyoroti soal dakwaan yang menyebut Habib Rizieq Shihab dipenjara akibat Maulid Nabi yang dianggap jaksa dalam dakwaannya keliru dan bernarasi bohong. Menurut Bahar, tak bisa dipungkiri bila Rizieq Shihab dipenjara lantaran menggelar Maulid Nabi.

"Intinya tidak bisa dipungkiri bahwasannya Habib Rizieq beliau dimasukan ke penjara ada keterkaitan Maulid Nabi. Dari sekian banyak yang melakukan Maulid Nabi kenapa hanya beliau? Kalau alasannya karena pelanggaran prokes harusnya beliau itu dimasukkan penjara bukan prokes Petamburan, harusnya di bandara, karena massa jumlah umat di bandara lebih banyak kenapa harus di Petamburan?," ucap Bahar.

Bahar juga menyoroti soal dakwaan jaksa terkait kematian enam laskar FPI yang dalam ceramah Bahar di Kabupaten Bandung menyebut bila enam laskar FPI itu meninggal karena dibantai, bahkan kemaluannya dibakar.

Menurut Bahar, apa yang disampaikan dalam ceramahnya itu sesuai dengan buku TP31 yang bahkan sudah diserahkan ke DPR hingga Presiden. Bahkan di akhir sidang, Bahar menyerahkan buku tersebut ke hakim.

"Jaksa mendakwa saya melalukan berita bohong enam laskar dibakar kemaluan, dibantai, disiksa. Nah ingin saya sampaikan bahwasanya itu semua saya dapatkan dari buku TP31 yang sudah diserahkan ke DPR dan ke presiden dan diartikan dalam bahasa Inggris dan diberikan ke seluruh dubes negara asing dan diberikan kepada Komnas HAM PBB," tutur dia.

Bahar turut mempertanyakan soal ceramahnya yang menimbulkan keonaran. Menurut dia, justru keonaran terjadi usai dirinya dilaporkan. Malahan, Bahar mempertanyakan apa kaitannya lebih dari 8 ponpes di Garut dengan ceramahnya di Kabupaten Bandung.

"Jika menimbulkan keonaran, mana keonarannya? Karena keonaran ketika dilaporkan. Ketika saya dilaporkan ada keonaran. Kenapa hanya ulama dan beberapa ulama di Garut saja yang resah padahal ceramah saya di Bandung bukan di Garut," kata Bahar.

(ors/bbn)