Warga Jabar Wajib Tahu, Bolehkah Baca Niat Puasa Sekali untuk Sebulan?

Warga Jabar Wajib Tahu, Bolehkah Baca Niat Puasa Sekali untuk Sebulan?

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Minggu, 03 Apr 2022 01:07 WIB
Lantern that have moon symbol on top and small plate of dates fruit with dusk sky and city bokeh light background for the Muslim feast of the holy month of Ramadan Kareem.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Baramyou0708)
Bandung -

Bulan Ramadan tiba, saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Sebelum berpuasa tentu kita harus membaca niat sebelumnya. Ini agar ibadah puasa kita sah.

Umumnya, niat puasa ini diucapkan pada malam hari, setelah berbuka atau setelah salat Tarawih, atau saat sahur sebelum subuh.

Dari hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa'i dan Ibnu Majah dari Hafshah Ummul Mukminin RA, "Rasulullah Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya."


Namun, apakah boleh jika niat puasa Ramadan itu diucapkan sekali untuk sebulan penuh?

Menurut pendapat dari mayoritas ulama, pengucapan niat puasa dianjurkan untuk dibaca setiap hari. Karena puasa Ramadan adalah ibadah yang berdiri mandiri, tidak bisa dikaitkan dengan ibadah sebelum atau sesudahnya.

Meski begitu, ada pendapat yang berbeda dari Imam Malik yang merupakan ulama rujukan Mazhab Maliki ini. Dari mahzab ini menyatakan bahwa niat puasa Ramadan bisa dilafalkan sekali untuk sebulan penuh.

Menurut mahzab ini mengucapkan niat setiap malam hukumnya adalah sunah, namun jika kita mengalami kondisi yang menyebabkan puasa menjadi terputus maka wajib mengulang niatnya lagi. Kondisi yang membuat puasa terputus yakni seperti saar haid, nifas, bepergian atau sakit.

Niat Puasa Ramadan untuk Sebulan Penuh

Jika warga Jabar ingin melafalkan niat puasa selama sebulan penuh, ini bacaannya:

Nawaitu shauma jami'i shahri ramadhan hadzihis sanah taqlidal imamal maliki fardhal lillahi ta'ala.

Artinya:

"Saya niat puasa sebulan penuh Ramadan tahun ini mengikuti pendapat Imam Malik untuk memenuhi kewajiban karena Allah SWT."



Simak Video "Penampakan Pasar Besi dan Burung Tasikmalaya Terbakar Hebat"
[Gambas:Video 20detik]
(tya/tey)